FIFA menyerukan pentingnya "toleransi, saling menghormati dan akal sehat" dalam menanggapi kritikan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang menyatakan pemain tidak seharusnya berlutut ketika lagu kebangsaan dikumandangkan.
Federasi Sepakbola AS (USMNT) mengonfirmasi akan menyingkirkan kebijakan yang mewajibkan para pemain harus tetap berdiri saat lagu kebangsaan diputar, telah berlaku sejak keputusan pemain wanita Megan Rapinoe mendukung gerakan protes Colin Kaepernick dengan berlutut.
Trump, dengan tegas mengkritik sikap Kaepernick dan Rapinoe, mengatakan tidak sudi untuk menonton sepakbola AS apabila para pemainnya masih bersikeras mempertahankan bentuk protes tersebut.
Gerakan berlutut ditujukan sebagai dukungan terhadap kampanye anti-rasisme dan diskriminasi di AS, menyusul insiden meninggalnya orang kulit hitam, George Floyd di tangan petugas polisi yang memiliki latar belakang kulit putih beberapa waktu lalu.
Kritikan sang presiden muncul sebagai tanggapan terharap RUU yang diajukan oleh senator Matt Gaetz, yang menyerukan agar para pemain wajib berdiri selama lagu kebangsaan dikumandangkan: "Saya lebih suka AS tidak memiliki sepakbola daripada memiliki tim sepakbola yang tidak mau berdiri untuk lagu kebangsaan."
Senin (15/6), FIFA merespons kritikan Trump tersebut, menyerukan agar toleransi dan akal sehat dikedepankan dalam menyikapi sesuatu.
"FIFA sangat mendukung toleransi, saling menghormati, dan akal sehat ketika hal-hal itu menjadi bahan perdebatan," tulis pernyataan FIFA, dilansir Associated Press.
"Kami tidak menoleransi terhadap semua aksi diskriminasi dalam sepak bola. Kita semua harus dengan tegas mengatakan tidak kepada rasialisme dan kekerasan."
Presiden FIFA, Gianni Infantino sebelumnya memuji sikap beberapa pemain Bundesliga, termasuk gelandang AS dan Schalke, Weston McKennie, atas solidaritas yang mereka tunjukkan di lapangan.
Menanggapi kicauan Trump di Twitter, FIFA menyatakan bahwa posisi Infantino tetap membela kebebasan para pemain untuk mengekspresikan diri melawan rasisme, diskriminasi dan kekerasan.
Infantino sebelumnya telah memperkenalkan Trump pada jamuan makan malam di Forum Ekonomi Dunia di Swiss pada Januari lalu dan telah bertemu Trump sebagai bagian dari kesuksesan AS, Meksiko, Kanada yang terpilih sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.
