FIFA bahkan setelah Piala Dunia masih terus mendapat sorotan tajam, demikian dilaporkan antara lain oleh The Athletic. Group of Copenhagen, sebuah badan penasihat internasional yang menghubungkan platform-platform nasional dalam upaya melawan pengaturan skor di olahraga, memiliki keraguan besar terhadap integritas turnamen tersebut dan telah meminta penjelasan dari badan sepak bola dunia itu.
Keraguan itu didasarkan pada tujuh contoh konkret. Organisasi independen tersebut memantau kemungkinan adanya penyimpangan perilaku taruhan sepanjang 104 pertandingan di Piala Dunia. Meski laporan lengkapnya belum dipublikasikan, menurut sumber ada beberapa situasi yang ditandai sebagai mencolok. Situasi itu berupa apa yang disebut sebagai ‘yellow notices’, sinyal yang bisa mengindikasikan pola yang menyimpang.
Salah satu contohnya adalah kartu merah untuk Themba Zwane pada laga pembuka Afrika Selatan melawan Meksiko. Selain itu, taruhan mencolok senilai 4,8 juta dolar AS pada kegagalan Spanyol menang atas Tanjung Verde — yang berakhir 0-0 — juga disebutkan. Di samping itu, sorotan juga mengarah pada intervensi VAR yang panjang saat gol Ferran Torres ke gawang Arab Saudi dianulir.
Namun, perhatian terbesar tertuju pada situasi seputar Folarin Balogun. Pada hari kartu merahnya saat melawan Bosnia dan Herzegovina, langsung muncul pasar taruhan mengenai kemungkinan dirinya bisa dimainkan melawan Belgia. Pada saat itu, belum diketahui bahwa skorsingnya kemudian akan dicabut, sesuatu yang baru dikonfirmasi secara resmi tiga hari kemudian. Menariknya, hal ini tidak terjadi pada pemain lain mana pun yang mendapat kartu merah.
Group of Copenhagen kini telah meminta penjelasan resmi dari FIFA mengenai rangkaian kejadian tersebut. Hal itu memicu gesekan, karena badan sepak bola dunia itu pada awal pekan ini justru menyatakan bahwa tidak ada satu pun indikasi aktivitas taruhan mencurigakan selama turnamen berlangsung.
Menurut pakar taruhan Christian Kalb, kehati-hatian diperlukan sebelum menarik kesimpulan. Ia menyatakan bahwa pola taruhan yang menyimpang juga bisa dijelaskan oleh faktor-faktor yang sah, seperti langkah bandar taruhan untuk menutup risiko. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa kemungkinan adanya informasi orang dalam bisa menjadi masalah serius.
Besarnya pasar taruhan membuat persoalan ini kian kompleks. Diperkirakan sekitar 240 miliar dolar AS dipertaruhkan selama Piala Dunia, sekitar dua kali lipat dibanding edisi sebelumnya. Di saat yang sama, prediction markets baru berkembang pesat, yang menurut para ahli menghadirkan tantangan baru dalam hal pengawasan dan integritas di sepak bola.



