OLEH SANDY MARIATNAIkuti di twitter
FIFA telah merilis laporan keuangan tahunan mereka untuk periode 2016. Hasilnya, badan tertinggi sepakbola dunia itu mengalami kerugian sebesar $369 juta atau hampir menyentuh Rp5 triliun (Rp4,92 triliun).
Legal cost alias biaya hukum menjadi salah satu faktor yang membuat FIFA membukukan kerugian pada 2016. Seperti diketahui, FIFA di sepanjang tahun lalu banyak berurusan dengan hukum menyusul skandal korupsi dan suap di tubuh organisasi pada Mei 2015.
Kasus tersebut membuat biaya hukum FIFA pada 2016 menembus angka $50,5 juta, meningkat dua setengah kali lipat ketimbang di tahun 2015 yang mencapai $20,2 juta.
SIMAK JUGA: FIFA Ungkap Rincian Konsep Piala Dunia 48 Tim
“Perdaganan global yang stagnan dan investasi yang lemah, ditambah dengan kasus investigasi yang melibatkan pengurus FIFA sebelumnya, telah memberikan tekanan terhadap pendapatan organisasi,” demikian pernyataan resmi dari FIFA, Sabtu (8/4).
Jumlah kerugian sebesar $369 juta itu bahkan bisa membengkak di tahun ini. FIFA memproyeksikan kerugian $489 juta atau sekitar Rp6,52 triliun untuk tahun kalender 2017.
Meski demikian, FIFA optimistis kondisi finansial mereka akan pulih pada tahun 2018 saat Piala Dunia Rusia digelar. Organisasi yang kini dipimpin Gianni Infantino itu menargetkan keuntungan $100 juta (Rp1,33 triliun) yang terbantu dari biaya hak siar dan sponsor Piala Dunia 2018.
