Nama Sir Alex Ferguson selaku mantan manajer Manchester United belakangan mendadak ramai diperbincangkan dalam topik pengaturan skor yang menggemparkan publik Inggris.
Hal ini berawal dari pengakuan seorang agen bernama Giusepe Pagliara, Kamis (17/10), yang menjadi terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Southward Crown, London.
Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum, Brian O’Neill memaparkan barang bukti berupa rekaman percakapan Pagliara dengan jurnalis yang menyamar dalam proses investigasi The Telegraph soal dugaan kasus korupsi sepakbola.
Percakapan tersebut terjadi dalam sebuah pertemuan di Manchester pada 2016 lalu, dan Pagliara menyebutkan bahwa dirinya pernah memberikan hadiah jam tangan Rolex seharga £30,000 guna melancarkan pengaturan skor laga antara United dan Juventus di Liga Champions.
Pagliara juga menuduh Ferguson, yang memenangkan 13 titel Liga Primer Inggris, pernah bekerja sama dengannya untuk mengambil keuntungan daru biaya transfer sejumlah pemain.
Selain Ferguson, dalam persidangan yang sama sejumlah nama juga ikut tercakup ke dalam klaim, di antaranya mantan manajer tim nasional Inggris, Steve McLaren, eks bos Tottenham Hotspur, Harry Redknapp dan bekas juru latih Cardiff City, Neil Warnock.




