Skriniar Dimarco InterGetty

Federico Dimarco Inginkan AC Milan Bernasib Seperti Barcelona

Kendati mengaku belum memikirkan duel melawan AC Milan di semi-final Liga Champions, gelandang Inter Milan Federico Dimarco berharap rival satu kota mereka itu bernasib seperti Barcelona.

Dimarco tidak bisa menutup kegembiraannya setelah Inter memastikan tiket semi-final dengan menyingkirkan Benfica di perempat-final. Mereka akan bertemu Milan di empat besar yang sebelumnya menghentikan pemuncak klasemen Serie A Napoli.

Walau begitu, Dimarco menegaskan, penggawa Inter saat ini belum memikirkan duel melawan Milan, karena baru digelar, Rabu (10/5) atau Kamis (11/5) dini hari WIB, serta leg kedua yang berlangsung satu pekan kemudian.

Menurut Dimarco, Nerazzurri kini fokus untuk menatap sejumlah pertandingan di Serie A sebelum duel itu terjadi. Apalagi mereka juga masih harus melakoni leg kedua semi-final Coppa Italia melawan Juventus.

“Kami sangat senang, karena Inter belum pernah mencapai semi-final selama bertahun-tahun, sekarang kami selangkah lagi mencapai final,” ujar Dimarco kepada Sky Sport Italia.

“Di dalam diri kami ada faktor yang diperhitungkan: sudah beberapa kali kami mencapai sejauh ini, kami bisa menulis sejarah. Milan? Lebih baik kami pikirkan dulu tentang liga dan semi-final Coppa Italia, baru kami pikirkan tentang Milan.”

Dimarco menambahkan, adrenalinnya merasa terpacu dengan keberhasilan lolos ke semi-final. Dimarco mengingat perjalanan Inter di musim 2009/10 ketika mereka berhasil tampil sebagai kampiun Liga Champions.

Sebelum mengangkat trofi, Inter terlebih dahulu mengandaskan Barcelona di semi-final. Pada leg pertama di Giuseppe Meazza, Inter menundukkan Barcelona yang sedang merajai Eropa dengan skor 3-1. Namun mereka menelan kekalahan 1-0 di leg kedua.

“Ini sarat emosi, juga karena terakhir kali saya melihat Inter di [semi-final] Liga Champions adalah melawan Barcelona dalam kemenangan 3-1, dan itu seperti dunia runtuh. Saya berharap kami bisa mengulanginya,” ucap Dimarco kepada Inter TV.

“Menurut saya, pertandingan di Liga Champions, dari babak penyisihan grup hingga perempat-final, semuanya sama: sulit, dan selalu bertemu dengan lawan level tinggi.”

Iklan
0