FC Utrecht telah memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap suporternya sendiri menyusul kericuhan pada Sabtu lalu saat menghadapi Go Ahead Eagles. Pada laga tandang melawan Excelsior, Minggu mendatang, suporter masih diizinkan hadir, tetapi hanya jika mereka bepergian ke Rotterdam dengan bus suporter.
Hal itu diumumkan klub kepada RTV Utrecht. Sebelumnya, suporter juga diizinkan berangkat ke Rotterdam dengan mobil, tetapi opsi tersebut dihapus setelah rapat tiga pihak pada awal pekan ini. Pada laga Feyenoord vs FC Utrecht pada 20 September, tindakan yang sama juga akan diberlakukan.
Sabtu lalu, situasi benar-benar kacau di Stadion Galgenwaard. Suporter melempar bom kembang api ke lapangan, yang kemudian membuat pertandingan dihentikan sementara. Tak lama setelah itu, banyak gelas dilempar ke lapangan, sehingga wasit Martin van den Kerkhof memutuskan untuk menghentikan laga tersebut secara definitif.
Pada Selasa, sisa pertandingan dimainkan tanpa penonton. FC Utrecht tampil gigih untuk bangkit dari ketertinggalan 1-3 dan pada akhirnya berhasil memaksakan hasil imbang 3-3.
Suporter Utrecht juga pernah berbuat onar pada masa lalu saat laga tandang melawan Excelsior. Pada pertemuan sebelumnya, 26 April tahun ini, suporter menyalakan kembang api. Untuk itu, KNVB menjatuhkan denda sebesar 10.000 euro kepada FC Utrecht dan hukuman percobaan berupa satu laga tandang tanpa suporter Utrecht.
FC Utrecht juga telah menyatakan pada awal pekan ini bahwa mereka sedang dalam proses menjatuhkan larangan masuk stadion tingkat lokal. “Berdasarkan rekaman kamera yang tersedia, individu-individu pertama telah teridentifikasi,” demikian pernyataan klub. Selain larangan masuk stadion tingkat lokal, KNVB juga masih bisa menjatuhkan larangan masuk stadion secara nasional.



