2020-04-02 Tottenham FansGetty Images

Fans Tottenham Hotspur Kritik Kebijakan Klub Di Tengah Pandemi Virus Corona

Salah satu ordo fans Tottenham Hotspur yang tergabung dalam Tottenham Hotspur Supporters' Trust (THST) memprotes kebijakan klub di tengah pandemi virus corona.

Spurs menjadi salah satu klub yang mengandalkan dana talangan pemerintah Inggris untuk menggaji staf non-pertandingan.

Sebelumnya, klub asal London Utara tersebut memutuskan menggunakan skema merumahkan sekaligus memotong gaji sebanyak 550 staf klub sebesar 20 persen.

Dengan keputusan tersebut, para staf otomatis berhak mengklaim bantuan pemerintah sebanyak 80 persen—maksimal £2.500 per bulan—dari gaji mereka sesuai amanat undang-undang ketenagakerjaan Inggris, khusus dalam kondisi darurat.

"Sepuluh hari sejak Spurs mengumumkan keputusan mereka, kami melihat reputasi klub (Tottenham) telah rusak. Selama 10 hari pula, kami mendengarkan pendapat para suporter yang meminta manajemen lebih memikrkan keputusannya kembali,” begitu bunyi pernyataan resmi THST, Jumat (10/4).

“Tujuan utama kami adalah untuk memastikan bahwa semua staf non-pertandingan tetap menerima penuh gaji mereka selama dua bulan mendatang.”

“Kami tahu keputusan sulit harus diambil yang akan memengaruhi semua orang, tetapi kami juga percaya bahwa sepakbola juga menyangkut kebersamaan.”

“Reputasi penting dalam sepakbola, bukan hanya secara emosional tetapi secara komersial. Inilah sebabnya kami meminta klub untuk menjelaskan opsi-opsi dan konsekuensi dari kebijakan yang mereka ambil.”

“Para pemain telah menginisiasi kampanye #PlayersTogether sebagai bentuk dukungan untuk Layanan Kesehatan Nasional (NHS). Kami dengan sepenuh hati mendukung aksi tersebut.”

“Kekhawatiran kami dengan kebijakan klub adalah, dewan direksi Tottenham Hotspur telah merusak reputasi klub, merusak hubungan dengan para fans, dan memengaruhi kedudukan klub di mata sponsor, pemain, dan pemerintah,” demikian pernyataan ditutup.

Selain Spurs, tiga klub Liga Primer Inggris juga menerapkan skema serupa, yakni: Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City. Sedangkan Liverpool batal masuk daftar seusai panen kritik.

Liverpool dan Spurs yang paling deras dihujani protes. Soalnya, keduanya berada dalam 10 besar daftar klub dengan pendapatan tertinggi di dunia sesuai survei perusahaan finansial terkemuka, Deloitte.

Iklan