Pemain asing Selangor FA berpaspor Inggris, Antonio German meluapkan kekesalannya setelah merasa dirinya dipaksa fans untuk pergi meninggalkan klub.
German, yang pernah berkostum Queens Park Rangers, sebenarnya baru direkrut Selangor pada Januari lalu dan disiapkan untuk menjadi amunisi tim dalam mengarungi Malaysia Super League (MSL) tahun ini.
Meski melewati tiga laga awal dengan satu gol, striker berusia 27 tahun tersebut lantas menjadi sasaran hujatan fans Gergasi Merah yang bahkan mengancam keselamatan sang pemain karena merasa Selangor sulit meraih hasil optimal.
"Setelah tiga bulan di Malaysia, saya sebenarnya dipaksa pergi demi menjaga keselamatan diri sendiri seperti yang dikatakan. Sepuluh laga di pramusim, tujuh gol dan tiga assist. Tiga laga di liga dan saya satu-satunya pemain yang mencetak gol dari permainan terbuka," tulis German melalui akun Instagram miliknya.
"Setelah laga pertama, fans menyerang saya dan saya satu-satunya pemain yang menerima hujatan di lapangan. Saya menerima banyak sekali pesan masuk [Instagram] yang mengatakan saya harus pulang ke negara asal."
"Sebagai satu-satunya pemain berkulit hitam di tim dan meski saya bermain baik, saya masih tetap mendapatkan banyak hujatan dalam pesan masuk," lanjutnya.
"Tidak semua fans seperti itu, ada yang mendukung dan mengirimkan pesan kepada saya untuk tidak terlalu mengkhawatirkan mereka [yang menghujat] dan sebagainya. Jadi, terima kasih kepada mereka."
"Tapi kita semua adalah manusia biasa dan sedih melihat hal-hal semacam itu masih terhadi pada 2019. Saya telah dipaksa pergi dari tim karena hal ini dan itu menyedihkan. Ini sekadar penjelasan saya soal situasi yang ada dan terima kasih kepada fans yang masih positif!"
Selangor sementara ini tertahan di urutan kesembilan dari 12 kontestan MSL setelah melewati tiga laga pembuka musim 2019 ini tanpa kemenangan.
Goal Indonesia

