Anis Hadj Moussa menjadi sasaran kritik keras dari suporter Feyenoord saat jeda laga Feyenoord - ADO Den Haag. Feyenoord secara mengejutkan tertinggal 0-1 saat turun minum dan terutama penampilan winger kanan asal Aljazair itu memicu banyak frustrasi di FR12.
Mario Been juga melontarkan kritik kepada Hadj Moussa di ESPN. “Dia sering bersembunyi, tidak ikut berlari mengikuti lawannya, dan terlalu sering kehilangan bola,” kata sang analis. “Anda mengharapkan lebih darinya. Dia harus menjadi motor permainan Feyenoord, terutama dari sisi sayap.”
Been terutama melihat ada masalah dalam positioning Hadj Moussa. “Dia terlalu cepat bergerak ke dalam, sehingga malah menutup ruang,” ujar mantan pelatih itu. Dengan demikian, menurut Been, sang winger membuat ruang gerak menjadi lebih sempit pada saat Feyenoord justru membutuhkan lebar permainan untuk menghadapi ADO yang bermain rapat.
ADO unggul setelah dua belas menit ketika Oussama Targhalline kehilangan bola dengan ceroboh. Rottier kemudian menemukan Ian Thomas, yang tembakannya berubah arah setelah mengenai Tsuyoshi Watanabe dan membuat kiper Justin Ernst tak berdaya. Setelah itu, Feyenoord menguasai bola lebih dari tujuh puluh persen, tetapi nyaris tidak mampu membongkar pertahanan tim asal Den Haag tersebut.
Hadj Moussa menjadi pusat kritik dari para suporter. Penyerang itu nyaris tak mampu melewati lawan langsungnya pada babak pertama dan berkali-kali kehilangan bola. “Moussa benar-benar melakukan segalanya dengan salah,” tulis seorang fan, sementara yang lain menyerukan secara singkat namun tegas: “Hadj Moussa diganti.”
Nilai transfer yang disebut-sebut untuk penyerang 24 tahun itu juga disinggung secara sinis. “Feyenoord ingin 35 juta untuk Moussa, 35 euro lebih realistis,” bunyi komentar di FR12. Suporter lain bahkan melihat bek kanan Givairo Read menciptakan ancaman yang lebih besar: “Read lebih berbahaya di depan dibanding Moussa.”
Namun, Read sendiri juga tidak sepenuhnya luput dari kritik. Seorang suporter menyebut bek kanan itu “terlalu dibesar-besarkan” dan mempertanyakan nominal tinggi yang dikaitkan dengan namanya. Meski begitu, kontribusinya dalam menyerang justru dipakai untuk menegaskan buruknya penampilan Hadj Moussa: “Read membuat lebih banyak aksi di kotak penalti daripada Moussa. Biarkan saja mereka bertukar posisi.”





