Aksi fans Chelsea yang merusak dukungan untuk Ukraina membuat Thomas Tuchel berang. Manajer The Blues tersebut mangatakan tak sepantasnya hal itu dilakukan.
Klub-klub Liga Primer Inggris, melakukan tribute buat warga Ukraina yang menjadi korban operasi militer Rusia. Seluruh orang yang hadir di stadion berdiri dan bertepuk tangan selama satu menit sebelum pertandingan dimulai.
Akan tetapi, sejumlah pendukung Chelsea yang datang ke markas Burnley, Stadion Turf Moor, Sabtu (5/3), malah meneriakkan nama Roman Abramovich saat aksi tersebut dilaksanakan. Mereka bermaksud mengasih penghormatan untuk Abramovich yang telah memilih menjual klub.
Abramovich terpaksa melego Chelsea untuk mencegah klub tersebut dari masalah. Mengingat, situasi politik Inggris dengan negaranya, Rusia memanas usai terjadi invasi ke Ukraina.
"Dengar, jika kita menunjukkan solidaritas, maka lakukannya secara bersama-sama. Kita berlutut bersama-sama dan jika sosok penting dari klub kami atau klub lain kehilangan nyawa, kami pun turut memberikan hormat. Ini bukan saat yang tepat untuk mengirimkan pesan lainnya. Ini saatnya menunjukkan rasa hormat," kata Tuchel.
"Kami melakukan ini karena kami adalah sebuah klub. Kami menunjukkan rasa hormat sebagai klub dan kami butuh fans kami untuk ikut memberikan aplaus selama semenit. Untuk saat ini kami lakukan semuanya untuk Ukraina. Mereka selalu kami dukung. Kami harus tetap bersatu sebagai klub. Bukan malah mengirimkan pesan-pesan lainnya," Tuchel menambahkan.
Adapun pertandingan kontra Burnley berakhir dengan kemenangan telak untuk Chelsea. Klub asal London Barat tersebut menghancurkan tuan rumah empat gol tanpa balas.
Chelsea sempat kesulitan membobol gawang Burnley pada babak pertama. Namun, usai turun minum juara bertahan Liga Champions tersebut mampu mencetak empat gol.




