Kemenangan Juventus atas SPAL di perempat-final Coppa Italia terasa istimewa karena diwarnai dengan performa menawan banyak pemain muda, salah satunya Nicolo Fagioli.
Fagioli, yang dipercaya melakoni debut seniornya bagi Bianconeri sebagai starter, mampu menjalankan tugasnya dengan apik, menjadi pengatur ritme permainan timnya di lini tengah.
Pergerakannya sebelum ditarik keluar pada menit ke-86 juga tak kalah menawan, jelas menunjukkan kontribusi besarnya di balik kemenangan 4-0 dalam pertandingan yang digelar di Allianz Stadium, Kamis (28/1) dini hari WIB.
Hanya saja, keputusan pelatih Andrea Pirlo untuk merotasi besar-besaran skuadnya untuk laga versus SPAL mulainya dipertanyakan, karena menurunkan banyak pemain dari tim U-23 yang kurang berpengalaman.
Bersama dengan Radu Dragusin, Gianluca Frabotta, Alessandro Di Pardo dan Marco Da Graca, Fagioli merupakan produk Juventus U-23 yang musim 2020/21 ini mendapat kesempatan memperkuat tim senior.
Masih berusia 19 tahun, Fagioli dianggap sebagai salah satu lulusan akademi Juventus yang paling berbakat saat ini.
Ia bergabung dengan akademi Nyonya Tua dari Cremonese pada musim panas 2015, yang bakatnya terpantau oleh direktur Juventus, Fabio Paratici. Kebetulan keduanya memiliki kesamaan kampung halaman, yakni Piacenza.
Sebelum melakoni debut seniornya, Fagioli, yang fasih bermain sebagai gelandang serang dan juga deep-lying playmaker, telah bersinar bersama Juventus Primavera, mencatatkan 11 gol dari 56 penampilan dengan dua di antaranya tercipta di UEFA Youth League musim 2019/20 lalu.
Kinerja apik Fagioli yang membantu Juve lolos ke semi-final Coppa Italia musim ini lantas mendapat perhatian khusus dari Pirlo, yang tak segan melontarkan pujian.
"Juventus adalah satu-satunya klub yang telah menciptakan tim kedua [bermateri pemain muda] dan saya pikir itu adalah pilihan yang bagus, penting bagi klub lain untuk melakukan hal yang sama," kata Pirlo selepas pertandingan.
"Fagioli? Ia pemain yang menarik. Ia memiliki teknik dan visi permainan, jangan memberinya terlalu banyak beban, tapi malam ini ia memainkan pertandingan yang hebat."
Bakat besar Fagioli sebenarnya sudah tercium oleh Massimiliano Allegri, pelatih yang pernah menukangi Juventus antara 2014 dan 2019, meski belum sempat mempromosikannya karena usianya waktu itu yang masih sangat belia.
"Kami punya Nicolo Fagioli, pemain kelahiran 2001 yang memahami sepakbola dan temponya dengan sangat baik, senang melihatnya bermain," kata pelatih yang memenangkan enam Scudetto itu pada Septemper 2018.


