Bursa calon ketua umum (ketum) PSSI semakin ramai jelang Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan digelar oleh PSSI. Salah satu sosok yang secara terang-terangan menyatakan niatnya menjadi ketum PSSI adalah mantan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad.
Niat Fadel tersebut mendapatkan sambutan yang positif dari sejumlah mantan pemain timnas Indonesia. Di antaranya Firman Utina.
"Sah-sah saja kalau ada putra bangsa seperti Pak Fadel Muhammad yang merasa terpanggil untuk menjadi Ketua Umum PSSI.
Saat ini sepakbola Indonesia butuh sosok aktif bergerak. Siap beraksi khususnya dalam mendorong pembinaan sepakbola usia muda," kata Firman.
Hal senada juga dituturkan Francis Wewengkang. Pria yang kini menjadi asisten pelatih TIRA-Persikabo itu memang mengharapkan yang menjadi pemimpin baru di PSSI bisa membawa sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Orang yang mau memimpin PSSI paling tidak mencintai sepakbola, paham sepakbola Indonesia, punya integritas, menetap di Jakarta dan tidak kompromi dengan hal-hal yang tidak baik. Harus jujur. Dan terakhir harus sesuai dengan AD/ART PSSI," jelasnya.
Dukungan juga diberikan Leo Saputra. Mantan pemain Persita Tangerang itu pun menuturkan siapa pun yang berniat baik untuk memajukan sepakbola Indonesia harus diberikan kesempatan. Dia juga sedikit mengkritisi soal persyaratan calon ketua umum yang harus pernah menjadi pengurus atau berkecimpung di sepakbola minimal lima tahun.
"Kalau kita terlalu terikat dengan aturan administratif tersebut kita akan terus tersandera. Sebab, faktanya saat ini para calon yang memenuhi syarat administratif punya cacat. Kan repot sendiri jadinya. Kenapa tidak memberikan kesempatan pada para calon yang mungkin belum pernah berkiprah sebagai pengurus tetapi memiliki niat dan keinginan? Karena bagaimanapun pembinaan sepakbola tidak boleh stag. Tetapi harus tetap berjalan," ucap Leo.
Hingga saat ini, PSSI masih belum memastikan waktu digelarnya KLB, karena akan meminta restu dari FIFA terlebih dahulu. Ada dua kongres yang akan dilaksanakan, yaitu kongres untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan, serta kongres untuk memilih pengurus baru PSSI.
Goal Indonesia

