OLEH DONNY AFRONI & ABI YAZID
Kapten Madura United Fabiano Beltrame menilai upaya Laskar Sape Kerrab mendapatkan gelar juara di Piala Presiden 2018 tidak akan mudah, karena lawan yang mereka hadapi bakal bermain ngotot.
Beltrame mengatakan, sebagian besar tim saat ini sedang melakukan persiapan menghadapi ajang sesungguhnya di Liga 1. Bahkan banyak pemain masih belum terikat kontrak, sehingga mereka diperkirakan bakal bermain habis-habis untuk menarik perhatian klub.
“Kami akan bermain melawan Persebaya, PS TNI dan Perseru. Saya pikir itu grup yang tidak mudah, karena banyak tim itu yang masih melakukan seleksi pemainnya. Kami akan menghadapi pemain yang ngotot agar bisa masuk skuat utama. Tapi kami tetap fokus, dan tidak perlu banyak memikirkan lawan,” tutur Beltrame kepada Goal Indonesia.
Beltrame menambahkan, keberhasilan menjadi juara Suramadu Super Cup menjadi modal berharga bagi Madura United menyambut musim baru. Setidaknya mereka mendapatkan pelajaran di ajang ini.
“Kini kami menjadi tahu apa yang kurang, karena memang banyak pemain baru yang datang, sehingga butuh penyesuaian. Satu pelajaran yang diambil adalah kami kebobolan dua kali di menit akhir, melawan Kedah dan melawan Persija Jakarta. Kami akan terus mencoba memperbaiki,” ucap Beltrame.
“Tidak ada beban bagi kami ketika manajemen menargetkan menjadi juara. Itu wajar, karena mereka mendatangkan pemain berkualitas. Di kompetisi ada 34 pertandingan, sangat jauh, dan perlu konsistensi. Kami punya kualitas, dan akan belajar. Semoga musim ini kami lebih baik, sehingga bisa mendapatkan juara.”
Sementara itu, rekrutan anyar Raphael Maitimo masih belum puas dengan performa dirinya. Duel melawan Kedah menjadi debut bagi Maitimo. Menurutnya, ia masih perlu waktu untuk beradaptasi.
“Saya cukup kecewa, karena kami kebobolan setelah unggul 2-1. Hal seperti ini tidak boleh terjadi di kompetisi. Tapi masih ada waktu untuk kami perbaiki di latihan,” ujar Maitimo.
“Saya belum tahu posisi saya, karena banyak pemain bagus di tengah. Tapi saya harus adaptasi dan bekerja keras di latihan.” (gk-48)




