England fans Wembley Euro 2020 finalGetty Images

FA: Suporter Inggris Memalukan

Rombongan suporter memadati Wembley demi menyaksikan laga final Euro 2020 antara Inggris dan Italia, pada Senin (12/7) dini hari WIB. Sayangnya, suporter yang tidak punya tiket ikut-ikutan menerobos masuk Wembley.

Sekitaran stadion memang sudah tak terkendali sebelum partai final dimainkan, banyaknya animo suporter dari Inggris sebagai tuan rumah acara benar-benar membuat suasana tak terkendali, hingga Wembley ikutan bobol.

Menanggapi hal ini, juru bicara federasi sepakbola Inggris (FA) benar-benar geram. Bagaimana pun, perilaku suporter yang turut tersebar di sosial media telah membuat citra buruk untuk sepakbola Inggris, dan hal ini tak bisa didiamkan.

"Kami mengutuk keras perilaku sekelompok orang yang memaksa masuk ke Stadion Wembley sebelum final Euro 2020. Ini sama sekali tidak dapat diterima," ungkap juru bicara FA kepada awak media, selepas pertandingan.

"Orang-orang ini memalukan tim Inggris dan semua penggemar sejati yang ingin menikmati salah satu pertandingan terpenting dalam sejarah kami," sambung juru bicara tersebut.

"Kami akan bekerja dengan otoritas terkait untuk mengambil tindakan terhadap siapa pun yang diidentifikasi secara ilegal memaksa masuk ke stadion," tutup pernyataan tersebut.

England fans Wembley Euro 2020 finalGetty Images

Berbagai situasi kacau di daerah Wembley

Banyak laporan tak bagus mengenai situasi di sekitaran Wembley ketika hari pertandingan final. Ada pelemparan botol yang dilakukan suporter di jalanan, suporter yang mabuk, telanjang, hingga menyerang penjaga stadion.

Media sosial digemparkan dengan ramainya suporter Inggris yang menerobos masuk Wembley, sampai akhirnya stadion tersebut melebih kapasitas dari yang ditentukan. Situasi ini akhirnya tak sebanding dengan apa yang didapatkan timnas Inggris.

Tentang pertandingan

Inggris sebagai tuan rumah akhirnya harus mengakui kemenangan Italia lewat adu penalti. Tiga penendang Inggris gagal menjalani tugasnya dengan baik, yakni duo Manchester United Marcus Rashod dan Jadon Sancho, serta pemain muda Arsenal, Bukayo Saka. Ketiganya pun mendapat serangan bernada rasis dari suporter, via media sosial.

Rashford Saka Sancho England Euro 2021Getty
Iklan