Federasi sepakbola Inggris (FA) membuka wacana tim nasional pria bakal ditangani seorang manajer wanita di masa mendatang, menyusul keberhasilan Lioness ke final Piala Dunia Wanita 2023.
Sarina Wiegman sukses membawa timnas wanita untuk pertama kalinya berlaga di final Piala Dunia. Mereka dijadwalkan menghadapi Spanyol di partai puncak yang berlangsung di Stadion Australia, Sydney, Minggu (20/8). Hasil tersebut berbanding terbalik dengan yang diperoleh timnas pria.
Torehan itu juga yang membuat ketua eksekutif FA Mark Bullingham mempunyai pandang lain. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan Wiegman masuk menjadi kandidat manajer timnas pria bila pelatih asal Belanda tersebut menginginkannya.
Saat ini Inggris masih ditukangi Gareth Southgate. Dia masih terikat kontrak dengan FA sampai musim panas tahun depan. Keberhasilan atau tidaknya Inggris di Piala Eropa 2024 sepertinya tak akan berpengaruh terhadap masa depan Southgate, karena hingga kini FA belum memperlihatkan gelagat untuk mempertahankan dirinya.
“Orang-orang selalu mengatakan itu adalah manajer pria terbaik untuk pekerjaan itu, atau pria terbaik Inggris. Kenapa harus pria?” kata Bullingham dikutip laman Daily Star.
Getty Images“Saya pikir jawaban kami selalu: 'orang yang terbaik untuk pekerjaan itu.' Kami pikir Sarina melakukan pekerjaan dengan baik, dan berharap dia terus melakukannya untuk waktu yang lama. Saya pikir Sarina bisa melakukan apapun yang dia inginkan di sepakbola.”
Kendati demikian, lanjut Bullingham, ia tidak akan memaksakan kehendak untuk menjadikan seorang manajer wanita menangani timnas pria. Bullingham pun menyadari hal itu bakal menjadi bahan pembicaraan yang panas di Inggris.
Jika dukungan agar timnas pria dimanajeri seorang wanit sangat banyak, Bullingham siap menerima opsi itu. Bullingham menyerahkan sepenuhnya kepada Wiegman untuk mengambil keputusan.
“Jika suatu saat di masa mendatang dia memutuskan ingin pindah ke permainan pria, itu akan menjadi diskusi yang sangat menarik. Tapi itu untuk dirinya, bukan?” ucap Bullingham.
“Saya tidak berpikir kita harus melihatnya sebagai langkah maju. Jika suatu saat dia memutuskan di masa depan untuk pergi ke arah yang berbeda, saya pikir dia sangat mampu melakukannya.”
