Persib Bandung semestinya kembali melaksanakan latihan pada 6 Juli lalu, namun hal tersebut terus tertunda hingga akhirnya kembali melanjutkan program latihan mandiri dari rumah masing-masing.
Padahal, sebagian besar pemain sudah berkumpil di Bandung, dan melakukan tes usap, atau swab test, untuk mengetahui apakah ada yang terjangkit Covid-19. Dari hasil tes tersebut, seluruh pemain dinyatakan negatif.
Robert Alberts selaku pelatih Persib sempat menjelaskan bahwa latihan ditunda sampai menunggu kejelasan nilai kontrak. Sebagaimana diketahui, nilai kontrak dipotong hingga 50 persen sesuai arahan PSSI dalam surat.
Hal tersebut dinilai memberatkan pemain dan ofisial, sehingga mereka harus kembali berunding demi menemukan kata sepakat. Erwin Ramdani, gelandang Persib, berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat.
“Sebagai pemain, menunggu hasil rembukan pemain, manajemen, dan pelatih, karena kami harus satu tujuan, satu suara hingga dapat titik temu untuk lanjutkan aktivitas. Karena tidak semua tim juga belum [sepakat sesuai arahan PSSI], masih dalam tahap penyesuaian keadaan, dan situasi sekarang,” urai Erwin, dikutip situs Simamaung.
Arya SagaraErwin menilai tim pelatih punya pertimbangan sendiri tentang kapan sebaiknya latihan kembali dimulai. Bagi Erwin, yang mewakili pemain, menuturkan bahwa semua sudah siap dan sangat ingin segera berlatih supaya lebih siap ketika Liga 1 dimulai kembali Oktober mendatang.
“Mungkin kalau persiapan kan lebih cepat lebih bagus, karena kami tidak bisa misalkan kompetisi tanggal 1 [Oktober] dimulai latihannya dadakan, ya tidak bisa,” ucap mantan pemain TIRA Persikabo dan PSGC Ciamis ini.
“Kami sebagai pemain sebenarnya ingin cepat-cepat berlatih, mau tidak mau kami tetap harus menunggu dari semua pihak,” tutup pemain yang juga anggota TNI itu.
Sebelumnya Robert menilai bahwa surat PSSI dengan nomor SKEP/53/VI/2020 tentang keputusan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa, dan tercantum poin soal kontrak pemain, adalah ambigu. Baginya, pemain dan ofisial semestinya mendapat gaji normal kembali.
Dalam surat tersebut, diterangkan bahwa PSSI mengizinkan setiap klub untuk melakukan negosiasi ulang kontrak pemain dan ofisial, dengan kisaran pemotongan nilai kontrak sebesar 50 persen. Hal ini mengacu pada situasi pandemi, yang membuat ekonomi klub turut melemah.
Goal