Christian Eriksen mengungkapkan pernah tiga kali melewatkan kesempatan untuk pindah ke Manchester United, tepatnya ketika mereka dilatih oleh Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan Ole Gunnar Solskjaer.
Sang playmaker Denmark akhirnya merapat ke Old Trafford secara gratis pada musim panas ini dari Brentford menjelang musim 2022/23, untuk memperkuat lini tengah Setan Merah selepas ditinggal Paul Pogba ke Juventus.
Eriksen terpaksa dilepas oleh raksasa Serie A, Inter Milan setelah jantungnya dipasangi defibrillator, tetapi bergabung dengan Brentford dengan kontrak jangka pendek pada Januari 2022, dan kini telah menjadi bagian dari skuad Erik ten Hag.
Apa kata Eriksen soal kesempatan gabung Manchester United di masa lalu?
United telah lama menjadi pengagum Eriksen dan ingin mendapatkannya pertama kali pada 2013, ketika masih di Ajax, musim saat David Moyes menjalankan tugasnya sebagai pengganti Sir Alex Ferguson.
Transfer itu tidak pernah terwujud dan sejak itu, ada beberapa upaya untuk memboyongnya namun sang pemain terus menolak karena punya prioritas yang berbeda.
"Saya berbicara dengan setiap manajer yang ada di sini di Man United untuk melihat situasinya," kata Eriksen. "Tapi saya berada di [Tottenham] Spurs pada saat itu dan saya benar-benar tidak bisa melihat diri saya bermain di tim Inggris lain pada waktu itu. Saya pergi ke luar negeri dan pergi ke Inter."
Ketika ditanya apakah pernah berbicara dengan Van Gaal, Mourinho dan Solskjaer, Eriksen menjawab: "Ya, pernah. Memang ada, namun sudah tidak pernah lagi dibahas. Bagi saya, saat itu bukan waktu yang tepat, tidak terpikirkan dan saya berada di spurs untuk waktu yang lama dan saya ingin mencoba sesuatu di luar Inggris dan saya pergi ke Inter dan akhirnya punya waktu yang menyenangkan."
Ada spekulasi bahwa ia bisa kembali ke Tottenham ketika kontraknya di Brentford berakhir, namun Eriksen menepis semua rumor tentang hal tersebut.
"Cuma sekadar pembicaraan. Mereka tidak pernah benar-benar datang dengan apa pun, jadi bukan masalah bagi saya untuk kembali ke Tottenham pada saat itu dan dengan Man United, mereka datang jauh lebih awal, sangat positif dan saya melakukan pembicaraan yang baik," imbuhnya.
Peran apa yang akan dimainkan Eriksen di Manchester United pada 2022/23?
Sang gelandang telah menunjukkan kualitasnya di Old Trafford saat lawan Rayo Vallecano dan menampilkan performa yang mengesankan dalam 20 menit akhir pertandingan. Ia memainkan peran sebagai nomor 10, tapi sering turun jauh ke belakang untuk mendapatkan bola.
"Sebelum saya datang, saya berbicara dengan [Ten Hag] tentang bagaimana ia melihat saya sebagai pemain dan di mana ia melihat [posisi] saya. Ia tidak menyebut pemain mana pun," katanya.
"[Berbicara dengannya] pasti membantu, bagaimana ia memandang sepakbola. Bagaimana ia ingin memainkan sepakbolanya, itu cocok dengan gaya permainan saya dan bagaimana saya berkembang sebagai pemain di Ajax bertahun-tahun yang lalu. Itu cocok untuk saya."
Meski pun ada kemungkinan ia akan bersaing dengan Bruno Fernandes untuk mendapatkan tempat inti, Eriksen justru merasa bisa bermain berdampingan dengan gelandang Portugal itu dalam sistem Ten Hag.
"Saya tidak melihat ada masalah bermain dengan Bruno, tidak," katanya.
"Saya akan senang di mana pun [saya bermain], saya selalu seperti itu. Saya mencoba beradaptasi dengan posisi saya bermain dan selalu dari pandangan luar, Anda bermain sebagai nomor 10 maka Anda harus tetap di tengah. Tidak seperti itu lagi, untungnya."


