Christian Eriksen Inter 2020-21Getty Images

Inter Milan Gagal Scudetto Musim Lalu Gara-Gara Christian Eriksen?

Legenda Inter Milan, Giuseppe Bergomi menilai bekas klubnya gagal meraih Scudetto Serie A musim lalu karena terlalu memaksakan kedatangan Christian Eriksen.

Eriksen bergabung dengan Inter dari Tottenham Hotspur pada Januari lalu, namun belakangan dilaporkan meminta untuk dijual karena tidak mendapatkan kesempatan bermain yang memadai.

Sepanjang awal musim 2020/21 ini di Serie A, gelandang internasional Denmark itu mencatatkan tujuh penampilan, namun hanya tiga di antaranya berstatus sebagai starter. Total menit bermainnya pun hanya sebanyak 217 menit, yang kebanyakan didapat sebagai pemain pengganti.

Bahkan, titik frustrasi pemain berusia 28 tahun itu memuncak dalam dua laga terakhir di Liga Champions melawan Real Madrid dan Bologna di Serie A pekan lalu.

Eriksen difungsikan hanya sekadar sebagai pelengkap skuad, dengan main dalam lima menit terakhir pertandingan. Kekecewaannya terlihat jelas usai laga melawan Bologna, yang dimenangkan Inter dengan skor 3-1, ia bergegas meninggalkan lapangan usai laga ketika rekan-rekannya masih berkumpul di lapangan.

"Eriksen adalah poin pembicaraan yang sulit bagi saya," ujar Bergomi, mantan bek andalan Inter era 80-an, kepada Sky Sport Italia.

"Saya selalu berpikir ia bukan pemain juara, ia adalah pemain bagus yang tidak cocok untuk Serie A dan gaya sepakbola Antonio Conte."

Menurut Bergomi, Inter terlalu memaksakan kedatangan Eriksen pada pertengahan musim 2019/20 lalu, sehingga merugikan tim dalam perburuan Scudetto karena Conte terpaksa mencari formula yang pas pada sistem permainannya yang sebebenarnya sudah mulai padu.

"Saya tidak ingin membicarakan hal ini, saya tidak tahu situasinya," lanjut sang legenda.

"Saya tahu Inter telah kehilangan waktu, dan bahkan mungkin gelar juara Serie A, gara-gara mencoba untuk membantu Eriksen beradaptasi."

"Conte memasukkan seorang gelandang serang dan mengorbankan sesuatu dari [Lautaro] Martinez. Ia kemudian mengentikannya [eksperimen formasi] dan kembali ke pakem 3-5-2."

Iklan
0