Erick Thohir - Ketua PSSIAlvino Hanafi

Erick Thohir: Tak Ada Yang Bisa Bendung Napoli

Mantan presiden Inter Milan Erick Thohir menyatakan Napoli makin dekat mengangkat trofi Serie A Italia musim ini, dan tidak ada tim yang bisa menghambat laju Partenopei.

Napoli memperlihatkan performa impresif pada musim ini. Selepas dikalahkan Inter pada awal 2023, tim besutan Luciano Spalletti memetik delapan kemenangan beruntun di Serie. Di tengah torehan positif itu, Napoli sempat dikalahkan Cremonese lewat adu penalti di Coppa Italia.

Kendati demikian, Eto, sapaan Erick Thohir, menilai akan sulit membendung langkah Napoli yang kini sedang nyaman di puncak klasemen sementara dengan 65 poin, unggul 18 angka dari Inter. Sedangkan Serie A menyisakan 14 pertandingan.

“Mereka memiliki keunggulan poin yang besar, dan akan memenangkan Scudetto. Bahkan ketika saya menjadi presiden Inter, Napoli sudah memiliki tim yang kuat,” ujar Eto dalam wawancaranya dengan laman Sport Mediaset.

“Sekarang mereka menjadi tim yang sangat kompak. Itulah mengapa ini berhasil. Spalletti telah menyatukan para pemain dengan sangat baik.”

Erick Thohir InterGetty Images

Di lain sisi, Eto tetap memberikan apresiasi kepada pelatih Simone Inzaghi, meski Nerazzurri masih memperlihatkan inkonsistensi permainan. Menurut Eto, dirinya selalu mengikuti perkembangan Inter.

“Tentu saja [mengikuti]. Inter baru saja menang melawan Porto di Liga Champions, performa yang bagus. Simone pelatih yang bagus, dan saya sangat menyukai permainannya. Dia telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam dua tahun terakhir,” ucap Eto.

Walau menyatakan dirinya sebagai fan Inter, Eto menampik kemungkinan dirinya bakal kembali mengakusisi klub tersebut. Menurutnya, pekerjaan sebagai menteri badan usaha milik negara (BUMN) dan ketua umum PSSI sudah menyita waktu. Eto pun mengaku jarang berkomunikasi dengan Massimo Moratti dan Steven Zhang.

Thohir Moratti InterGetty

“Sayangnya kami sudah lama tidak mendengar kabar satu sama lain. Kami bertukar ucapan selamat ulang tahun, dan hanya itu. Selama Piala Dunia, saya sempat bertemu dengan beberapa mantan pemain Inter seperti [Wesley] Sneijder dan [Marco] Materazzi, dan itu sangat menyenangkan,” beber Eto.

“Saat ini saya tidak memikirkan pengambilalihan klub, karena fokus pada urusan di Indonesia. Inter adalah sebuah keluarga, dan Anda harus tetap di Milan. Sekarang saya harus memikirkan tentang negara saya. Status saya sekarang hanya sebagai seorang suporter saja.”

Iklan
0