Erick Thohir - Ketua PSSIPSSI

Erick Thohir Ingin Ciptakan Iklim Sepakbola Italia Di Indonesia

Ketua umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan salah satu targetnya dalam memimpin induk organisasi sepakbola nasional ini adalah mengubah iklim olahraga paling populer di Indonesia tersebut.

Eto, sapaan Erick Thohir, tampil sebagai ketua umum PSSI untuk periode 2023-2027 setelah meraih kemenangan telak dalam kongres luar biasa (KLB) bulan lalu. Eto mengakui tidak mudah untuk mengubah persepakbolaan Indonesia yang mempunyai banyak masalah.

Namun Eto meyakini sepakbola akan bisa dinikmati semua kalangan tanpa ada kecurigaan dalam pelaksanaan kompetisi, maupun kekhawatiran menyaksikan tim kesayangannya secara langsung di stadion.

Eto yang pernah menjadi presiden Inter Milan lima tahun lalu akan membawa pengalamannya di Italia untuk diterapkan di Indonesia. Setidaknya, ia berharap persepakbolaan di negara ini bisa menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Ada banyak masalah dan banyak tantangan. Saya memiliki misi utama dan itu adalah untuk membersihkan sepak bola di Indonesia, terutama dari pengaturan skor. Itu yang akan saya lawan,” ujar Eto dalam wawancaranya dengan media Italia, Sport Mediaset.

“Di Italia, sepakbola adalah hiburan dan kesenangan bagi seluruh keluarga yang pergi ke stadion, termasuk wanita dan anak-anak. Sedangkan di Indonesia tidak demikian. Aspek ini harus kami upayakan untuk meningkatkan pengalaman sepakbola Indonesia. Kami harus memberi para penggemar pertunjukan yang lebih baik.”

Sementara itu, Universitas Brawijaya Malang menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) Bidang Manajemen Strategis kepada Eto. Dalam acara pengukuhan tersebut, Eto menyampaikan Orasi Ilmiah berjudul 'Eternitas Transformasi BUMN: Strategi Terobosan untuk Kebangkitan Ekonomi Indonesia Baru'.

Kendati demikian, dalam orasi ilmiahnya itu, Eto juga menyinggung pengelolaan bisnis dan keuangan dalam industri sepakbola, seperti yang terjadi di Inter.

Restrukturisasi keuangan Inter memastikan klub akan sehat, sehingga bisa berprestasi. Hal itu berkaca dari keberhasilan Inter menjuarai Serie A setelah keuangannya sehat, sistem dan manajemennya membaik.

Iklan
0