Thomas Tuchel vs Hans-Dieter FlickGetty Images

Ini Eranya Pelatih Jerman! - Dominasi "Der Trainer" Dalam Perempat-Final Liga Champions

Liga Champions musim 2020/21 baru saja tuntas menggelar babak 16 besar Liga Champions dan segera memasuki perempat-final.

Siapa yang akan mengangkat Si Kuping Lebar pada 29 Mei mendatang masih jadi pertanyaan besar. Namun, ada satu keniscayaan, yakni semakin dominannya pengaruh pelatih Jerman di Liga Champions.

Betapa tidak, terdapat empat pelatih Jerman yang akan berpartisipasi di perempat final Liga Champions musim ini. Itu artinya, separuh dari tim perempat-finalis dilatih oleh juru taktik dari Negeri Panser.

Mereka adalah Hansi Flick (Bayern Munich), Thomas Tuchel (Chelsea), Jurgen Klopp (Liverpool), dan Edin Terzic (Borussia Dortmund). Opta mencatat, ini pertama kalinya dalam sejarah Liga Champions terdapat empat pelatih dari negara yang sama masuk ke babak delapan besar.

Dominasi pelatih Jerman di kompetisi elite Eropa ini sebetulnya sudah tercium dalam dua-tiga tahun terakhir. Klopp membawa Liverpool ke final Liga Champions secara beruntun, pada 2017/18 (runner-up) dan 2018/19 (juara).

Di musim 2019/20, dominasi tersebut kian terasa, lantaran tiga dari empat semi-finalis dilatih oleh orang Jerman. Ada bos muda RB Leipzig Julian Nagelsmann, Tuchel yang saat itu masih melatih Paris Saint-Germain, dan tentu saja Flick yang mengantar Bayern menjadi kampiun.

Hansi Flick Champions League GFXGetty Images

Menilik gelar Liga Champions jatuh di tangan pelatih asal Jerman dalam dua musim terakhir, bukan tidak mungkin situasi serupa akan tersaji di musim ini.

Ada ambisi besar Flick, kualitas taktik Tuchel, pengalaman matang Klopp, dan potensi Terzic. Keempatnya bukan hanya memiliki aspek-aspek yang saling melengkapi, tapi juga menjadi cermin dari suksesnya pembinaan pelatih Jerman.

Jika menilik ke belakang, kejayaan der Trainer aus Deutschland (pelatih dari Jerman) ini merupakan buah reformasi sepakbola Jerman pada awal 2000-an. Federasi Sepakbola Jerman (DFB) tidak hanya membenahi sistem pembinaan pemain muda, tapi juga memberikan perhatian khusus pada para pelatih.

Beberapa langkah telah ditempuh DFB, seperti mewajibkan tiap akademi klub memiliki dua pelatih berlisensi, dan tentu saja terus memperbarui kurikulum sekolah pelatih mereka yang kesohor, Akademi Hennes Weisweiler. Flick, Tuchel, dan Nagelsmann sendiri merupakan alumni akademi itu.

Akademi Hennes Weisweiler memang dikenal bergengsi. Soal kualitas kurikulum tak usah ditanya, karena akademi ini punya tempat spesial di mata UEFA, lantaran setiap lulusan Weisweiler akan dianggap setara memiliki lisensi UEFA Pro, lisensi kepelatihan tertinggi sepakbola Eropa. Bahkan, tiap pelatih di akademi ini wajib menyelesaikan masa pendidikan 815 jam, terpaut jauh dengan standar minimal UEFA yang hanya 240 jam.

"Hansi Flick saat ini melatih klub terbaik di dunia. Dia melakukan hal yang luar biasa. Namun, tanpa bermaksud merendahkan dia, ada banyak orang [dari akademi ini] yang bisa melatih Bayern Munich," canda Jens Langeneke, salah seorang lulusan Akademi Hennes-Weisweiler, seperti dikutip DW.

Langeneke boleh bercanda, tapi apa yang dikatakannya bisa jadi benar. Pasalnya, para pelatih Jerman saat ini memang sedang panas-panasnya!

Iklan
0