Palang pintu Bayer Leverkusen Jonathan Tah blak-blakan mengutarakan ketertarikannya untuk bermain di Liga Primer Inggris, liga yang dianggapnya nomor satu di dunia.
Berkostum Die Werkself sejak 2015, Tah sebelumnya sempat dihubung-hubungkan dengan Leicester City pada bursa transfer musim panas lalu. Selain The Foxes, Arsenal juga dikabarkan menaruh minat pada sang bek sentral.
Kendati kepindahan pada akhirnya urung terlaksana dan Tah melanjutkan kariernya di BayArena musim ini, pemain internasional Jerman berumur 24 tahun tersebut ternyata masih memendam hasrat untuk menjajal atmosfer EPL.
"Liga Primer menarik bagi saya, selalu seperti itu. Saya selalu merasa bahwa gaya bermain saya akan cocok di Inggris," katanya dalam wawancara dengan Goal dan SPOX.
"Fisikalitas liga tersebut dan keharusan untuk berpikir cepat adalah kualitas yang sesuai dengan permainan saya. Banyak pendapat berbeda tentang liga mana yang terbaik di dunia, tapi bagi saya yang terbaik adalah Liga Primer."
Di atas kertas situasi terkini kurang menguntungkan bagi Tah untuk mewujudkan transfer idamannya. Sementara Leverkusen menunjukkan performa cemerlang dan kini menempati posisi runner-up klasemen Bundesliga, cuma terpaut satu poin dari pemuncak Bayern Munich, Tah tersisih dari tim utama.
GettyLulusan akademi Hamburg SV ini baru lima kali dimainkan pelatih Peter Bosz, dan menjadi starter hanya dalam tiga kesempatan. Ia lebih sering berlaga di kancah Liga Europa, selalu tampil dalam lima laga fase grup sejauh ini.
Terlepas dari fakta ini, Tah, yang masih terikat kontrak hingga dua setengah tahun ke depan dengan Leverkusen, tetap pede akan kemampuannya.
"Ini mungkin terdengar aneh karena saya tidak terlalu sering bermain belakangan ini, tetapi saya yakin bahwa saya bisa mencapai level puncak di sepakbola," tutur kolektor 13 penampilan untuk timnas Jerman ini.
"Saya telah membuat sebuah langkah maju, baik di tingkat keolahragaan maupun pribadi, tetapi saya tak tahu di mana saya akan berlabuh pada akhirnya."
"Saya harus yakin bahwa transfer akan membantu saya. Ini tergantung pada apakah klub memiliki filosofi mereka sendiri atau filosofi mereka tergantung pada sang pelatih."
"Kemudian muncul pertanyaan mengenai sistem mana yang dipergunakan pelatih dan apa yang diharapkannya dari para pemain, terutama dalam posisi saya."
"Susunan formasi di lapangan tentunya juga sangat penting. Seberapa besar persaingan di posisi saya, siapa saja yang akan jadi rekan bermain saya? Jadi ada beberapa faktor untuk dipertimbangkan," tandas Tah.
