Negosiasi Roma-Genoa terkait transfer striker Eldor Shomurodov akhirnya rampung dan Jose Mourinho kini kedatangkan juru gedor baru.
Pemilik 44 caps timnas Uzbekistan itu telah menyihir Roma dan Mourinho untuk mendatangkannya ke Olimpico.
Peran Shomurodov dalam Skema Mourinho
Dengan teknik oke dan fisik menjulang 190 cm, Shomurodov bisa menjadi kartu truf yang dapat digunakan Jose Mourinho dengan cara berbeda dalam taktisnya.
Sang pemain mencetak delapan gol dan dua assist dalam 31 laga di Serie A muim lalu. Ia direkrut Genoa dari klub Liga Rusia, Rostov.
Shomurodov dapat menjadi alternatif Edin Dzeko dan Borja Mayoral dalam formasi 4-2-3-1 Mourinho.
Tapi dengan kemampuan teknis mumpuni dan ditunjang dengan fisik yang menjulang, ia juga bisa menutupi peran gelandang serang dengan ditempatkan di belakang striker.
Shomurodov sepertinya tahu bagaimana memanfaatkan kualitasnya dan mengejutkan lawan-lawannya. Pertama dengan pelatih Ronaldo Maran dan 4-4-2-nya dan kemudian dengan Davide Ballardini dengan transisi ke 3-5-2.
Dalam dua skema tersebut, Shomurodov memainkan peran sebelumnya dan jika perlu sebagai penopang penyerang tengah. Ia menyesuaian jangkauan aksi untuk bertindak sebagai penghubung antarlini dan kerap mengejutkan lawan dari luar areanya.
Berkat fleksibilitasnya, penyerang berusia 26 tahun itu mengonfirmasi bahwa ia mampu bersaing di Serie A.
Tiago Pinto memutuskan untuk fokus pada Shomurodov guna memberikan Mou seorang pemain yang mampu mengisi peran berbeda berkat peran bebasnya.
Shomurodov—yang bisa ditempatkan sebagai striker, winger kiri, dan winger kanan—akan mencoba memenangkan hati Mourinho untuk satu tempat utama di Roma pada musim 2021/22.
Kehadiran Shomurodov barangkali akan sedikit banyak mengingatkan fans Roma dengan striker asal Republik Ceko yang dilepas Roma ke Bayer Leverkusen meski tampil cemerlang di Euro 2020, Patrik Schick.




