Xavi Hernández BarcelonaGetty Images

Susah Payah Kalahkan Elche, Xavi: "Barcelona Kehilangan Jati Diri!"

Xavi mengaku Barcelona telah kehilangan "jati diri permainan" setelah menang susah payah atas Elche.

Barca mengakhiri tiga laga tanpa kemenangan dengan mengalahkan Elche 3-2, Minggu (19/12) dini hari WIB, di Camp Nou berkat gol Ferran Jutlga Blanc, Gavi, dan Nico Gonzalez.

Gol kemenangan dari Gonzalez tiba setelah tim tuan rumah kehilangan keunggulan dua gol, dan Xavi menyesali kesadaran posisi anak asuhnya saat bertahan.

"Kami sudah kehilangan jati diri permainan [Barcelona] dan kami harus mengembalikannya," ujar bos Blaugrana itu dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

"Saya sudah tak di sini selama enam tahun dan ada banyak hal taktis yang membuat saya terkejut. Saya dulu tak di sini jadi entahlah ini akibat ulah siapa, tetapi situasi ini membuat pekerjaan kami jadi lebih berat."

"Mayoritas [pemain] tak memahami permainan posisi. Banyak mekanisme yang saya pahami sejak usia 11 tahun, tetapi beberapa pemain di sini belum pernah memelajarinya."

Barca kini duduk di peringkat ketujuh, tiga poin di bawah Rayo Vallecano yang mendiami posisi keempat.

Xavi menambahkan soal pentingnya kemenangan atas Elche: "Kami menyusahkan diri sendiri. Elche memanfaatkan kesalahan kami, seharusnya tak boleh begitu. Kami harus belajar dan lebih bertanggung jawab."

"Saya agak marah [setelah mereka menyamakan kedudukan] karena saya tak membayangkan gagal menang. Kami pantas mendapatkan lebih, tetapi ini adalah tiga poin emas mengingat situasi kami."

Xavi puji Gavi

Xavi berutang budi pada para jebolan akademi atas kemenangan ketujuh Barca musim ini di LaLiga, dengan Gavi, 17 tahun, kembali menjadi suri tauladan.

Xavi merasa keberanian Gavi bakal membawanya menuju puncak sepakbola, selama ia selalu berusaha keras.

"Saya angkat topi melihat penampilan Gavi," ujarnya. "Dia bermain dengan spektakuler."

"Bersama Nico, Abde [Ezzalzouli], [Ronald] Araujo, [Alejandro] Balde, mereka adalah masa depan klub ini."

"Saya bermain di sini waktu masih 18 tahun dan saya merasa takut. Sementara itu anak-anak ini punya kepribadian kuat. Saya senang dengan generasi ini, terutama Gavi."

"Yang paling mengejutkan dari Gavi adalah usianya, ia baru 17 tahun. Coba lihat bagaimana ia bertarung. Hari ini ia menjadi pembeda lewat sebuah gol dan sebuah assist. Saya tak ingin membandingnkannya dengan siapa pun, saya cuma akan memastikan ia tak menginjak rem karena [potensinya] tak terbatas."

Iklan