Anwar El GhaziGetty Images

Diterjemahkan oleh

El Ghazi menerima dana jutaan dan melancarkan serangan mematikan

Anwar El Ghazi akhirnya berhasil memenangkan perselisihan hukum yang berkepanjangan dengan FSV Mainz 05. Pengadilan Tenaga Kerja Federal Jerman di Erfurt pada Kamis menolak banding terakhir yang diajukan klub Bundesliga tersebut. Tak lama setelah itu, penyerang Al-Sailiya SC (di Qatar) itu merespons dengan pernyataan keras di media sosial.

Mainz memecat El Ghazi secara sepihak pada akhir 2023 karena pernyataan pro-Palestina. Pada Juli 2024, hakim telah memutuskan bahwa pemecatan tersebut tidak sah, karena pernyataan tersebut termasuk dalam kebebasan berekspresi.


Pada banding lanjutan, pada November 2025, Mainz kembali dikalahkan oleh pengadilan ketenagakerjaan regional Rheinland-Pfalz. Dengan ditolaknya banding terakhir ini, perselisihan hukum kini telah diselesaikan secara definitif. Klub tersebut harus membayar sisa gaji yang tertunda.

Jumlahnya diperkirakan berkisar antara 1,5 hingga 1,7 juta euro untuk periode November 2023 hingga Juni 2024. Selain itu, penyerang tersebut juga menuntut ganti rugi tambahan sebesar 1,2 juta euro.

Penyerang berusia 30 tahun itu langsung merespons dengan kata-kata keras melalui X. “Mereka mencoba lagi dan mereka gagal lagi,” demikian ia membuka pesannya. “Tidak, saya tidak sedang membicarakan upaya genosida yang berulang kali gagal selama puluhan tahun untuk memusnahkan orang Palestina, melainkan upaya konyol dan menyedihkan dari FSV Mainz 05 untuk mengajukan banding lagi terhadap kekalahan mereka dalam kasus saya di pengadilan Jerman, hanya untuk kalah lagi.”

Selanjutnya, El Ghazi menekankan bahwa putusan tersebut baginya terasa sebagai keadilan. “Hari ini, pengadilan Jerman telah menolak banding terakhir FSV Mainz 05, sehingga putusan sebelumnya menjadi final dan keadilan telah ditegakkan. Sebuah kemenangan yang meyakinkan.”

Terhadap pengurus Mainz pun ia tak kenal ampun. “Sudah waktunya para pengambil keputusan FSV Mainz 05 yang tersesat itu berhenti dan membayar sisa kontrak saya.”

Selain itu, ia menambahkan bahwa uang tersebut akan dialokasikan untuk tujuan yang jelas. “Ada tujuan-tujuan berharga yang mendukung anak-anak di Gaza,” kata El Ghazi. “Semoga hal itu memberikan sedikit penghiburan bagi dewan direksi FSV Mainz 05.” Ia mengakhiri pernyataannya dengan kata-kata ‘Free Palestine’.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google