Presiden La Liga, Javier Tebas sangat ingin melihat kompetisi tertinggi Spanyol menjadi yang paling populer di dunia, dengan menekankan pentingnya penetapan jadwal untuk El Clasico.
Tebas mengambil alih kendali La Liga pada 2013 lalu, dan secara cepat membuat perubahan signifikan terhadap penjadwalan liga demi menjangkau khalayak lebih luas.
Biasanya pertandingan dimainkan pada malam hari waktu Spanyol dan selalu berlangsung selama akhir pekan, namun La Liga kini telah menerapkan pendekatan yang berbeda soal penjadwalan di bawah komando Tebas.
Belakangan, jadwal pertandingan telah diperpanjang mulai hari Jumat hingga Minggu per pekannya, dengan beberapa pertandingan berlangsung pada siang hari sehingga bisa ditonton di Spanyol dan juga mancanegara.
Sistem baru tersebut mendapat protes dari berbagai pihak, dengan Deportivo Alaves menjadi salah satu klub yang menentang keputusan untuk menyiarkan beberapa pertandingan pada Senin malam.
Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) akhirnya turun tangan dan memutuskan jadwal pertandingan yang digelar pada Senin malam akan dibatalkan menjelang musim 2019/20.
Visi Tebas terhadap perkembangan La Liga mendapat pukulan telak lainnya ketika duel seteru abadi antara Barcelona dan Real Madrid dipindahkan dari Sabtu 26 Oktober ke 18 Desember karena situasi tak kondusif yang terjadi di Catalunya bulan lalu.
Pertandingan dengan tajuk 'El Clasico' tersebut akan berlangsung pada pukul 19:00 waktu Spanyol (01:00 WIB), yang berarti para penonton di Asia harus menunggu hingga dini hari berikutnya karena adanya perbedaan waktu.
Tebas akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan proses banding terhadap putusan akhir tersebut, namun menegaskan harus ada pembahasan lebih lanjut mengenai penjadwalan El Clasico di masa depan demi memastikan penyebaran jangkauan ke Asia dan Amerika Serikat (AS).
"Dari dua Clasico yang ada dalam satu musim, salah satunya harus bisa ditonton mereka yang ada di Asia tanpa harus melalui jam tidur dan yang satunya juga sama bagi mereka yang ada di AS," kata presiden 57 tahun tersebut kepada The Guardian.
"Penting untuk menyadari bahwa para pengikut sepakbola Spanyol kini bukan hanya orang-orang yang tinggal di Spanyol."
"Kami juga harus menghormati para penggemar yang berada di Asia dan Amerika - mereka juga berkontribusi karena membayar biaya langganan TV mereka, yang termasuk memungkinkan klub-klub untuk membeli bintang-bintang besar dan membantu perkembangan La Liga menjadi produk global."




