2 Desember 2017, adalah hari di mana dua pemain muda asal Indonesia, Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn, diumumkan secara resmi telah direkrut salah satu klub raksasa Malaysia, Selangor FA. Perekrutan ini melanjutkan kiprah pemain Indonesia di klub berjulukan Gergasi Merah itu.
Sebelumnya, Selangor sudah pernah diperkuat deretan pemain timnas Indonesia seperti Ristomoyo, Bambang Pamungkas, Elie Aiboy, hingga Andik Vermansah. Evan dan Ilham pun diharapkan bisa membawa Selangor kembali meraih gelar juara seperti yang pernah dilakukan pemain Indonesia lainnya sebelumnya.
Setelah sekitar lima bulan menjalani kiprah di Malaysia, Goal Indonesia pun berkesempatan untuk mengunjungi langsung kediaman dua penggawa timnas Indonesia U-23 itu di Shah Alam, Malaysia, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, baik Evan maupun Ilham bercerita liku-liku kehidupan mereka selama di Negeri Jiran.
Tentunya, banyak perbedaan yang mereka rasakan. Maklum, ini pertama kalinya Evan dan Ilham memperkuat klub luar negeri. Meski sebelumnya, Evan pernah menjalani dua kali trial di Spanyol.
Soal fasilitas yang diberikan, jangan ditanya. Berstatus sebagai pemain asing, dua mantan penggawa Bhayangkara FC ini mendapatkan fasilitas mobil dan apartemen pribadi. Tapi kedua pemain ini lebih menyoroti bagaimana persaingan di kompetisi Malaysia Super League yang merupakan kompetisi kasta tertinggi di Malaysia.
"Kalau di sini, kita lihat gampang-gampang tapi susah. Kalau di Indonesia, kita bilang susah ya susah, tapi kalau di sini gampang-gampang susah. Kalau wasit di sini sama saja dengan di Indonesia," ujar Ilham, kepada Goal Indonesia.
"(Soal adaptasi) gampang-gampang susah, terutama awal-awal saya di sini. Mungkin karena belum tahu sepakbola di Malaysia. Gampang-gampang susah lah," timpal Evan, yang mengaku masih terus mempelajari peta kekuatan klub-klub di Malaysia.
IstimewaDi sisi lain, kedua pemain itu juga tak menampik kerap diliputi kejenuhan dalam rutinitas mereka di negeri orang. Namun, mereka memiliki cara tersendiri untuk mengusir kejenuhan maupun mengisi waktu libur dari klub. Di samping itu, mereka juga terus beradaptasi dengan budaya yang ada di Malaysia.
"Kalau bosan pasti ada, ingin pulang (ke kampung halaman) tapi jauh apalagi kalau cuma libur dua hari balik ke sini waktu sudah habis. Paling kalau libur sehari atau dua hari main di apartemen saja, jaga-jaga kondisi dengan gym. Kalau jalan-jalan paling ke Kuala Lumpur main ke mal," beber Ilham, pemain asal Ternate itu.
"Kalau bosan pasti ada, cuma kan memang sudah tugasnya di sini. Kalaupun bosan, ada libur saya pulang ke Surabaya," Evan, menambahkan.
Dua pemain yang membawa timnas Indonesia U-19 juara Piala AFF U-19 2013 ini pun membeberkan alasan mereka mantap memilih untuk berkiprah di luar negeri. Salah satunya adalah untuk lebih meningkatkan lagi kualitas sepakbola mereka.
"Di malaysia, saya ingin menambah pengalaman lagi. Saya harap ketika balik ke Indonesia, saya bisa main lebih baik lagi," jelas Ilham.
"Ini awal saya bermain di luar negeri, sangat bangga bisa main di luar negeri yang dulu mananya saya impikan cuma bermain di Indonesia, tapi sekarang bisa bermain di negara orang," kata Evan.
"Tapi kita juga enggak bisa merasa kayak di negara sendiri, kita harus bekerja lebih keras lagi karena saya di sini pemain impor jadi harus lebih dari pemain lokal sini," jelas pemain yang pernah trial di UE Llagostera dan Espanyol B itu.

Lebih lanjut, Evan pun senang dengan banyaknya pemain Indonesia yang berkiprah di Malaysia. Selain mereka, ada juga Achmad Jufriyanto (Kuala Lumpur FA), serta David Laly (Felcra FC).
"Saya rasa bagus, karena pemain kita berani bermain di luar negeri. Karena kalau kita bermain di Indonesia saja pasti kita enggak tahu situasi di luar bagaimana, jadi bagus ambil pelajaran dari negara orang dan bisa bawa pelajaran itu ke Indonesia. Kemudian, kita ceritakan pengalaman kita ke teman-teman yang mau ke luar negeri," tambah pemain berusia 23 tahun itu.
Di akhir perbincangan, kedua pemain ini pun kompak untuk bertekad membawa Selangor berprestasi ataupun meraih gelar juara. Selain itu, kembali membawa klub yang kini dilatih Nazliazmi Mohd Nasir itu berkompetisi di level antarklub Asia.
"Kalau saya target untuk bisa membawa Selangor berada di lima besar (MSL 2018) dan bisa menjuarai Piala FA. Mudah-mudahan rezeki saya sama Evan di Selangor ini bisa membawa salah satu gelar di Malaysia," pungkas Ilham.


