Eks Wasit Ini Akui Pernah Untungkan Barcelona

Komentar()
Kesuksesan Blaugrana dalam meraih titel Liga Champions sembilan tahun lalu tak lepas dari momen kontroversial di semi-final yang merugikan Chelsea.


OLEH    ERIC NOVEANTO      Ikuti di twitter

Duel leg kedua semi-final Liga Champions musim 2008/09 antara Chelsea dan Barcelona pernah menjadi sorotan tajam dengan adanya kejanggalan tentang kepemimpinan wasit.

Mantan wasit profesional, Tom Henning Ovrebo, merupakan figur yang menjadi sorotan pada waktu itu, dalam laga yang ditandai dengan gol menit akhir Barcelona hingga membuat laga berakhir imbang 1-1.

Skor tersebut cukup untuk mengantarkan raksasa La Liga Spanyol ke partai final hingga keluar sebagai juara, sementara di saat bersamaan menjadi momen kontroversial yang merugikan Chelsea.

Bek Barcelona saat itu, Eric Abidal memang menerima kartu merah secara kontroversial, tapi Chelsea adalah sisi yang dibuat paling kesal oleh kepemimpinan Ovrebo dengan sang wasit mengabaikan enam klaim penalti klub Liga Primer Inggris.

Yang paling akhir datang beberapa saat jelang laga bubar, dengan Michael Ballack terlihat mengejar Ovrebo yang tak memberikan penalti bagi wasit meski ada insiden bola menyentuh tangan Samuel Eto'o di dalam kotak penalti Barcelona.

Didier Drogba dan Jose Bosingwa juga mendapat hukuman kartu merah setelah peluit panjang akibat melakukan protes. Soal kumpulan insiden tersebut, Ovrebo mengaku telah membuat beberapa kesalahan fatal.

"Itu bukan hari terbaik saya, tentu saja," ungkap pria asal Norwegia berusia 51 tahun tersebut kepada Marca jelang kunjungan Barcelona ke Stamford Bridge dalam duel leg pertama fase 16 besar Liga Champions musim ini.

Didier Drogba Tom Henning Ovrebo Chelsea Barcelona Champions League

"Tapi wasit memang bisa melakukan kesalahan seperti itu, terkadang pemain atau pelatih juga sama."

"Setidaknya saya bangga memiliki perjalanan karier yang panjang di dalam jajaran elite Eropa dan menjadi yang terbaik di negara saya. Itulah mengapa Anda tak boleh hanya mengenang karier saya hanya karena satu laga saja."

"Setelah pertandingan [waktu itu], saya tidak berbicara dengan pemain mana pun. Saya meninggalkan lapangan penuh martabat, saya lantas pergi ke ruang ganti dan hanya itu yang saya lakukan," lanjut Ovrebo.

"Tentu saja, saya mengingat kami [tim wasit] harus berpindah hotel karena ada beberapa orang yang begitu agresif kepada kami. Kami harus berada dalam kondisi sangat waspada pada hari itu dan setelahnya."

"Saya tak bisa mengubah opini orang-orang. Tapi akan menjadi menarik untuk bertanya kepada fans Real Madrid, contohnya, apakah mereka akan memiliki opini yang sama tentang saya apabila ada keputusan yang menguntungkan mereka ketimbang Barca?"

"Kami [sebagai wasit] hanya memiliki beberapa detik untuk mengambil keputusan. Lalu kemudian Anda menyaksikannya dari televisi dan berkata: 'Oh Tuhan, saya telah keliru dengan keputusan penalti atau kartu merah!'. Ini adalah hal yang wajar."

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Saya bertanggung jawab atas segala keputusan yang sudah saya ambil dan kita memang bisa memperdebatkannya, dan jika saya melakukan keputusan lain, mungkin Chelsea adalah tim yang lolos ke final. Kita semua tak akan pernah tahu."

Ovrebo kini tak lagi mengemban tugas sebagai pengadil di atas lapangan setelah memutuskan pensiun pada 2013 lalu.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INII
1. Gianluigi Buffon Ungkap Klub Favoritnya
2. AC Milan Menang Telak, Gennaro Gattuso Marah
3. Rilis Daftar Pemain Terbaru Timnas Indonesia U-23 & U-19
4. Pembelaan Pelatih Tim Finalis Piala Presiden Soal Hasil Buruk Di Piala AFC
5. Faktor "Cinta" Bikin Jose Mourinho Gagal Total Tangani Mohamed Salah

Artikel Selanjutnya:
Tiemoue Bakayoko Yakin Bungkam Peragu
Artikel Selanjutnya:
Barcelona Bantah Liverpool Tawar Ousmane Dembele
Artikel Selanjutnya:
Vinicius Junior Senang Santiago Solari Dipermanenkan
Artikel Selanjutnya:
Legenda Timnas Indonesia Akan Gelar Pertandingan Amal
Artikel Selanjutnya:
Keyakinan Timnas Indonesia Bisa Curi Poin Di Thailand
Tutup