Mantan penyerang Madura United Peter Odemiwingie kini menatap bidang lain di luar sepakbola dan golf. Odemwingie sekarang fokus untuk mendapatkan gelar sarjana seperti kedua orang tuanya.
Odemwingie memutuskan untuk gantung sepatu April 2019. Madura United menjadi klub terakhir dalam karirnya. Bersama Laskar Sape Kerrab, Odemwingie melesakkan 15 gol dari 22 pertandingan.
Ketika datang ke Madura United pada 2017, Odemwingie sebetulnya baru pulih dari cedera. Hanya saja, kesembuhannya itu terjadi di saat kompetisi di Eropa telah berakhir, sehingga ia tidak membuang kesempatan ketika Madura United mengajukan pinangan.
“Saya baru sembuh dari cedera lutut April, dan liga di manapun sudah berakhir. Lalu datang tawaran dari Madura United di Indonesia. Saya hanya tahu Bali, dan kotanya (Madura) dekat dengan Bali. Saya pikir akan sangat bagus untuk pensiun di tempat yang indah,” beber Odemwingie dilansur laman Planet Football.
“Saya sangat menyukai sepakbola. Saya tidak tahu mengapa beberapa orang tidak bisa menetap di negara lain. Saya tidak pernah kesulitan beradaptasi. Saya sangat menikmati sepakbola, dan itu adalah bahasa yang lebih penting dari apapun.”
Goal / Abi YazidMenurut Odemwingie, ia sebetulnya ingin memutuskan pensiun selepas meninggalkan Madura United pada 2018. Hanya saja Odemwingie menundanya, dan menyatakan pensiun di Wembley setahun kemudian.
Setelah pensiun, Odemwingie disibukkan dengan karir golf profesional di Inggris. Namun, belakangan ini handicap (mengukur kemampuan pegolf) Odemingie mengalami penunuran. Odemwingie kini mendapatkan handicap empat, dan hanya bermain di klub lokal dan beberapa turnamen kecil, terkadang bersama rekan-rekannya sesama mantan pesepakbola.
Kondisi itu membuat Odemwingie mulai memikirkan bidang lain di luar olahraga. Untuk mewujudkan hal tersebut, pria berusia 39 tahun ini harus menempuh pendidikan formal terlebih dulu di bangku kuliah.
Apalagi kedua orang tuanya merupakan dokter di Rusia sebelum akhirnya memilih berkarir di Nigeria. Odemwingie menyebutkan, gaji seorang dokter lebih kecil di Rusia dibandingkan di Nigeria. Kendati demikian, Odemwingie belum memastikan apakah menempuh pendidikan kedokteran.
“Saya senang memutuskan pensiun, dan kini menatap bagian lainnya dari kehidupan saya. Saya perlahan akan berusaha mendapatkan lisensi pelatih, dan mengikuti pendidikan [formal],” ucap Odemwingie.
“Dalam lima tahun ke depan, saya hanya fokus ke pendidikan, dan mengejar gelar sarjana untuk menambah centang dalam kontak. Saya punya keinginan kuat untuk belajar, mungkin karena orang tua saya adalah dokter, dan sesuatu dalam gen saya telah memanggil untuk melakukan sesuatu di luar olahraga.”
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!


