Andrei Kanchelskis Manchester UnitedGetty Images

Eks Manchester United Dukung Sepakbola Rusia Pindah Ke Asia

Mantan winger Manchester United Andrei Kanchelskis memberikan dukungan bila Rusia beserta klubnya bergabung ke konfederasi sepakbola Asia (AFC) bila UEFA tidak mencabut sanksi di kompetisi benua biru.

Invasi Rusia ke Ukraina memberikan dampak terhadap olahraga Rusia, termasuk sepakbola. FIFA telah mengeleminasi Rusia dari play-off kualifikasi Piala Dunia 2022, sedangkan UEFA mencoret klub-klub Negeri Beruang Merah dari kompetisi mereka.

Kanchelskis mengutarakan, ia tidak tahu apakah perpindahan dari UEFA ke AFC bisa dilakukan. Namun Kanchelskis memberikan dukungan penuh bila itu terjadi, sebab klub Rusia tidak perlu gelisah dengan embargo yang diberikan UEFA.

“[Pindah ke] Konfederasi sepakbola Asia? Saya tidak tahu apakah itu bisa dilakukan,” ucap Kanchelskis dalam wawancaranya dengan laman Championat.

“Sementara saat ini masih di level percakapan, saya kira UEFA tidak memberikan sanksi serius, walau kita berpikir, dan berharap, segala sesuatunya akan segera berubah.”

“Sudah seharusnya, baik tim nasional Rusia dan klub-klub kita, menatap ke depan, dan bermain, tidak terlalu memikirkan dengan perkembangan situasi nantinya. Jika Rusia memang pindah ke AFC, mengapa tidak?”

Pria yang lahir di Kirovohrad, Ukraina, lalu tersebut menilai kompetisi di Asia cukup kompetitif. Hal itu berkaca dari pengalamannya berkarir di salah satu klub Arab Saudi, Al Hilal, pada tahun 2003.

“Saya pernah bekerja di Asia, bermain di Arab Saudi. Itu tentu akan menarik buat saya menyaksikan pertandingan [yang melibatkan klub Rusia],” ucap pria 53 tahun ini.

Perpindahan di lingkup AFC bukan hal baru. Israel yang sempat menjadi bagian AFC antara tahun 1954 dan 1974 sempat dikucilkan, sehingga mereka selanjutnya berafiliasi ke UEFA pada 1991.

Sedangkan Kazakhstan pernah menjadi bagian AFC sebelum akhirnya bergabung ke UEFA pada 2002. Sementara Australia yang awalnya merupakan anggota federasi sepakbola Oseania (OFC) akhirnya pindah ke AFC pada 2005, karena ingin mendapatkan lawan yang lebih setara.

Seluruh perpindahan itu bisa diwujudkan setelah anggota AFC melakukan sidang khusus untuk menentukan nasib federasi negara.

Iklan
0