Diego Costa siap pulang ke Brasil dan melepas statusnya sebagai pengangguran. Sejak Desember 2020, Diego Costa secara tiba-tiba hengkang dari Atletico Madrid dengan kesepakatan bersama untuk memutus kontraknya di klub tersebut.
Kini, Goal dapat mengonfirmasi bahwa Costa sudah menjalin negosiasi dengan salah satu klub Brasil, Atletico Mineiro. Kedua pihak malah sudah menyepakati nilai kontrak yang hampir menyentuh 3 juta dollar AS, dengan durasi selama satu tahun.
Dalam beberapa hari ke depan, Costa diyakini akan segera tiba di Belo Horizonte, Brasil. Pemain berusia 32 tahun itu siap menjalani tes medis dan telah mempelajari beberapa kesepakatan, seperti yang ditawarkan Atletico Mineiro kepada Hulk.
Usaha Atletico Mineiro untuk mengontrak Costa bisa diwujudkan setelah klub melepas beberapa nama dari skuad mereka, yakni Bueno, Gabriel, Diego Tardelli dan Marrony. Costa pun sebenarnya menerima beberapa tawaran dari klub lain.
Goal/GettyKlub Portugal, Benfica, hingga Wolverhampton dari Liga Primer Inggris, sudah sempat berusaha mengejar Costa beberapa bulan lalu. Penawaran yang diberikan oleh Atletico Mineiro sebenarnya di bawah dari yang diharapkan oleh Costa dan Agen.
Ada peran penting dari pelatih Atletico Mineiro, Cuca, supaya Diego Costa mau bergabung. Meski seluruh negosiasi yang dilakukan klub dilakukan oleh direktur olahraga mereka, Rodrigo Caetano. Hasrat Costa pribadi cukup besar untuk bisa gabung Mineiro.
Apa yang terjadi dengan Diego Costa di Atletico Madrid?
Costa tidak mencatatkan penampilan di laga kompetitif sejak Desember lalu, ketika kontraknya di Atletico Madrid diputus enam bulan lebih awal. Alasan pribadi menjadi penyebab Costa memilih hengkang dari juara La Liga tersebut.
Gol terakhirnya untuk Atletico Madrid dicetak pada 19 Desember ke gawang Elche. Pada musim terakhirnya bersama skuad arahan Diego Simeone, Costa mencetak dua gol, dan mencetak penampilan ke-200 untuk klub pada Juni 2020.
Sebagai pemain, Costa merupakan striker yang ganas dan punya fisik kuat. Namun dirinya tidak lepas dari aksi konyol yang kerap berujung hukuman, seperti yang ia terima pada 2019, yakni hukuman delapan laga setelah marah kepada wasit.
Getty Images



