OLEH DONNY AFRONI
Mantan asisten Leo Beenhakker ketika menangani timnas Polandia pada 2006-2009, Boguslaw Kaczmarek, mengkritik kebijakan Lechia Gdansk yang mendatangkan pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri.
Kaczmarek menanggapi dingin mengenai saga Egy ke Lechia. Justru pria yang pernah menjadi pelatih Lechia pada 1989 hingga 1992 ini mempertanyakan skill yang dimiliki Egy.
“Untuk saat ini, itu hanya kedok dari pemasaran saja. Banyak orang yang bilang dia talenta luar biasa, belum tentu. Dalam sepakbola, banyak pemain muda bertalenta luar biasa seperti Maradona dan Pele, tapi ketika bertarung di level senior menemui kegagalan,” tutur Kaczmarek diwartakan laman Dziennik.
“Dari yang saya baca di media tentang Egy belakangan ini, dia pernah menarik perhatian Benfica dan Ajax Amsterdam, tapi kenyataannya berlabuh di Gdansk. Itu saja sudah menjadi sesuatu yang patut direnungkan. Lebih baik kita tunggu saja nanti seperti apa.”
Kaczmarek menganggap keputusan manjemen Lechia mendatangkan Egy telah menyakiti hati banyak pesepakbola muda di Polandia, terutama potensi setempat. Menurut pria berusia 65 tahun yang menemukan bakat Jerzy Dudek itu, tidak mudah bagi Lechia untuk membantu Egy beradaptasi.
“Di sini tidak pernah kehabisan pemain muda berbakat. Sungguh menyedihkan Lechia mendatangkan pemain dari dunia ketiga sepakbola dibandingkan mempromosikan talenta muda setempat,” sesal Kaczmarek.


