OLEH DONNY AFRONI
Pemain muda Indonesia Egy Maulana Vikri menolak dianggap sebagai produk pemasaran klub Liga Utama Polandia (Ekstraklasa) Lechia Gdansk, dan akan membuktikan dirinya pantas berlaga di Eropa.
Banyak kalangan di Polandia menganggap kehadiran Egy semata dijadikan mesin uang bagi Lechia. Apalagi sejak pengumuman pemain berusia 17 tahun ini menjadi bagian Lechia, publik sepakbola nasional, dan Asia menyerbut media sosial klub. Bahkan akun Instagram Egy sudah memilli pengikut lebih dari 700 ribu.
“Saya tidak ingin dianggap sebagai produk pemasaran klub hanya karena pengaruh di media sosial. Saya adalah pesepakbola, dan yang paling penting bagi saya adalah di atas lapangan,” tegas Egy diwartakan laman Super Express.
“Saya sudah tidak sabar menjalani pertandingan pertama untuk membuktikan kepada publik sepakbola Polandia jika saya bukan hanya kuat di Instagram, tapi juga di atas lapangan.”
“Saya sadar masih harus menunggu hingga 8 Juli untuk memperlihatkan kemampuan saya, karena saat itu sudah berusia 18 tahun, dan saya bisa dimainkan. Sekali lagi saya tekankan, hal paling penting adalah sepakbola, bukan internet.”
Di lain sisi, sejak diperkenalkan sebagai penggawa Lechia, Minggu (11/3), penjualan jersey nomor 10 bertuliskan nama Egy MV cukup tinggi. Direktur pemasaran Sandra Kisiel menyebutkan, satu hari setelah diperkenalkan, 70 jersey terjual, dan pemesanan masih terus berdatangan.
“Kami ingin merangkul fans dia, itu sebabnya kami sudah mulai menjual jersey dengan nama dia. Ini baru langkah awal. Ketika dia resmi menjadi pemain kami pada Juli, kami akan lebih memperluas cakupan,” ungkap Kisiel diwartakan laman Przeglad Sportowy.
“Jumlah pengunjung portal kami, pengikut mencapai angka yang cukup signifikan. Makin besar jumlahnya, makin mudah mendapatkan sponsor maupun perusahaan berpotensi.”


