Penggawa tim nasional (timnas) Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, mengikuti sebuah program dari salah satu televisi di Polandia, Canal Plus, yaitu tantangan adu skill untuk pemain Liga Ekstraklasa (kompetisi kasta tertinggi di Polandia) yang diberi nama Turbokozak. Program tersebut pada tahun ini sudah memasuki edisi kedelapan.
Egy, yang saat ini berstatus sebagai penggawa Lechia Gdansk, merupakan pemain pertama yang diuji skill-nya dalam program tersebut untuk musim 2018/19. Dari tayangan itu, Egy menjalani sembilan tantangan skill yang diberikan.
Tantangan pertama, pemain hasil didikan Diklat Ragunan tersebut memantulkan bola ke dalam sebuah gawang kecil dan kemudian melakukan tembakan ke gawang yang dijaga oleh seorang kiper. Pada ujian pertama ini Egy hanya bisa memasukkan bola dua kali dari tiga percobaan.
Pada tantangan berikutnya sedikit lebih mudah bagi Egy, yakni melakukan tendangan penalti. Dari tiga kali kesempatan yang diberikan, mantan penggawa Persab Brebes ini mampu menuntaskannya dengan baik. Tapi menjadi lebih sulit pada ujian berikutnya, yaitu menendang penalti sambil menutup matanya dengan syal. Hanya satu kali percobaan, dan itu gagal.
Tantangan keempat, topskor Piala AFF U-19 2017 ini kembali harus memantulkan bola lebih dulu ke sebuah gawang kecil kemudian bola pantulan tersebut ditendangnya ke salah satu dari beberapa lubang lingkaran yang telah diberi poin. Dari tiga kali percobaan, dia hanya berhasil melakukannya satu kali.
Kemudian, dia ditantang untuk memasukkan bola ke gawang dari tendangan penjuru. Egy hanya mampu membobol gawang satu kali dari tiga kali kesempatan.
Selanjutnya, tantangan menendang bola kena mistar gawang. Dalam ujian ini, Egy berhasil melakukannya sebanyak dua kali dan gagal sekali. Dilanjutkan dengan menendang bola dari tengah lapangan, yang hanya berhasil sekali dari tiga kali kesempatan.
Tantangan berikutnya, pemain berusia 18 tahun itu harus berputar-putar dengan di dekat bola sambil menunduk sebanyak 15 kali yang langsung dilanjutkan dengan menendang bola ke gawang kosong. Hasilnya, Egy yang terlihat sempoyongan tetap mampu memasukkan bola ke dalam gawang.
Terakhir, tantangan yang diberikan adalah Egy melakukan juggling dengan bola tenis, yang berhasil dilakukannya sebanyak sembilan kali. Jadi, total nilai yang dikumpulkan Egy adalah 128 poin. Penampilan Egy dalam program televisi ini seperti membayar rasa penasaran fans Lechia yang menantikan penampilan anak muda Indonesia itu serta turut menjadi salah satu perhatian media lokal, Dziennik Baltycki.
Dengan demikian, dia sementara ini memimpin klasemen sementara adu skill ini, dan harus menunggu hasil dari pemain Liga Ekstraklaksa lainnya selama satu musim ke depan. Pada edisi ketujuh, ajang adu skill ini dimenangkan oleh penggawa senior Lechia Gdansk yang musim lalu sudah pensiun, Sebastian Mila. Sekadar mengingatkan nomor punggung 10 yang dikenakan Egy di Lechia saat ini merupakan nomor yang sebelumnya dipakai Mila pada musim lalu.
Di sisi lain, Egy masih belum mendapatkan kesempatan bermain dari pelatih Lechia, Piotr Stokowiec, pada laga perdana Liga Ekstraklaksa melawan Jagiellonie Bialystok, Sabtu (21/7) dini hari WIB. Bahkan, dalam pertandingan yang dimenangkan Lechia dengan skor tipis 1-0 itu, Egy tak masuk dalam daftar susunan pemain. Selanjutnya Lechia akan menghadapi Slask Wroclaw, Jumat.
Adam Mauks dari Dziennik Baltycki mengatakan kepada Goal Indonesia, meski sang pemain dirasa membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi, keputusan menyertakannya ke dalam skuat pertandingan ada di tangan pelatih. Artinya, sinyal itu baru bisa dibaca dalam konferensi pers prapertandingan Rabu atau Kamis ini.



