Polen Slowakei EM 2021 20210614 Maciej Rybus Lukas HaraslinGetty Images

Egy Maulana Vikri Dilepas Lechia Gdansk, Gelandang Sassuolo Beri Semangat

Gelandang klub Serie A Italia Sassuolo, Lukas Haraslin, memberikan dukungan semangat kepada Egy Maulana Vikri setelah bintang timnas Indonesia Egy Maulana Vikri tak dipertahankan Lechia Gdansk.

Haraslin pernah menjadi bagian Lechia sejak musim 2015. Penggawa Slowakia di Piala Eropa 2020 ini selanjutnya dilepas ke Sassuolo pada tahun lalu. Haraslin pun mengenal sosok Egy yang didatangkan Lechia pada musim 2018.

Meski mempunyai opsi perpanjangan kontrak dua tahun untuk Egy, Lechia memutuskan tidak menggunakannya, sehingga pemain kelahiran Medan ini hanya berseragam klub Polandia tersebut selama tiga tahun.

Pemain berusia 25 tahun ini memberikan dukungan kepada Egy setelah mendapat kabar mantan rekannya itu tidak dipertahankan Lechia. Menurut Haraslin, Egy akan merasa kehilangan harus berpisah dengan kiper Dusan Kuciak.

“Dusan Kuciak, dia akan merasa kehilangan. Semoga sukses Egy,” tulis Haraslin di kolom komentar akun Instagram Egy yang menyampaikan salam perpisahan kepada skuad Lechia.

Egy Maulana Vikri - Lechia GdanskTomasz Rulski

Keputusan manajemen Lechia melepas Egy juga turut memberikan pengaruh terhadap jumlah pengikut mereka di media sosial. Followers akun Instagram resmi klub mengalami penurunan drastis hingga sekitar 40 ribu.

Sebelum mengumumkan pelepasan Egy, akun Instagram Lechia mempunyai pengikut hingga 302 ribu followers. Namun hari ini jumlah followers mengalami penurunan hingga 41 ribu. Kini, akun Instagram Lechia 'hanya' mempunyai followers sebanyak 261 ribu.

Media Polandia sejak awal memang memberitakan kehadiran Egy di Lechia dimanfaatkan untuk sektor pemasaran. Bahkan, Lechia sempat mempunyai wacana membuka toko merchandise resmi di Jakarta, namun belum dilakukan.

Selama memperkuat Lechia, Egy sangat jarang dimainkan di kompetisi Ekstraklasa. Egy lebih sering diturunkan dalam pertandingan tim reverse. Bukan itu saja, pelatih Piotr Stokowiec sempat menyatakan postur Egy tidak cocok untuk bermain di kompetisi seperti Ekstraklasa.

“Ini adalah liga yang menggunakan fisik. Jadi, bagi sebagian pemain ini akan menjadi masa sulit, seperti Egy. Meski mempunyai kemampuan bagus, fisik sering menjadi pemenang di sebuah pertandingan,” ujar Stokowiec dikutip laman Sportowe Fakty pada akhir Mei lalu.

“Jika kita lihat tim yang berada di papan atas klasemen Pro Junior, di luar Pogon Szczecin, tim-tim yang mempunyai pemain dengan postur kecil berada di papan tengah atau bawah.”

Iklan
0