LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANG
Pelatih Semen Padang Eduardo Almeida menilai tim besutannya kalah kualitas, sehingga tidak berkutik ketika menelan kekalahan 1-0 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Senin (28/10) malam WIB.
Almedia mengatakan, meski lawan mencetak gol melalui titik penalti, hal itu layak didapatkan Arema, mengingat mereka selama 90 menit konsisten menyerang. Kualitas itu pula membuat pertahanan yang dirancang timnya bisa bobol.
“Saya pikir kami sudah berjuang sekuat tenaga. Pertandingan berjalan dengan seru, karena Arema memberikan perbedaan kualitas. Ini adalah hasil yang fair yang pantas didapatkan kedua kubu. Kami kalah secara kualitas. Kami tidak bisa mengembangkan permainan, karena pemain kami dikunci pergerakannya,” terang Almeida.
“Soal wasit dan keputusan penalti, saya tidak mau berkomentar. Mungkin jika ada sisi yang menurut saya ada keputusan yang salah, bisa jadi keputusan itu benar di mata wasit. Ada banyak mata yang melihat pertandingan ini, jadi semua bisa berbeda pendapat.”
Sementara itu, terkait dengan permainan Semen Padang yang seperti tidak ingin memenangkan pertandingan, Eduardo mengaku memang ingin mengandalkan serangan balik. Hanya saja hasilnya tidak sesuai harapan layaknya ketika mengalahkan Persija Jakarta.
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1 2019!
“Arema menutup semua ruang, mereka memiliki organisasi pertahanan yang sangat baik. Apa yang kami rancang tidak berjalan dengan baik karena kami kalah segalanya. Kami bukan tidak ingin menang, kami hanya merencanakan permainan dengan apa yang kami miliki," sambungnya.
Dengan sisa sembilan laga, Semen Padang tetap optimistis menyambut laga selanjutnya demi lolos degradasi.
“Kami memiliki keyakinan untuk lolos, karena kami sebenarnya sudah pernah berada pada jalur yang tepat untuk lolos. Dulu jarak kami dengan zona aman sangat jauh. Namun kini tersisa satu poin saja,” pungkasnya (gk-48)
SIMAK JUGA: KLASEMEN LIGA 1 2019!
