Cavani Manchester United 2021Getty

Edinson Cavani, Terlahir Untuk Bawa Man United-nya Ole Gunnar Solskjaer Juara

Ketika awal tiba di Manchester United, banyak yang meragukan kualitas Edinson Cavani karena usianya yang sudah tidak lagi muda untuk ukuran striker yang bakal bersaing di level teratas.

Namun perlahan, bomber internasional Uruguay tersebut mampu membungkam kritikan dengan performa bagusnya dan rutin mencetak gol-gol krusial pada saat yang menentukan bagi Setan Merah.

Gol terakhirnya ke gawang Fulham di Liga Primer Inggris menjadi bukti terkini, dicetak dengan cara yang indah hingga membuat publik Old Trafford terkagum-kagum meski United hanya bermain imbang 1-1. Tapi setidaknya itu sudah menjadi penegas untuk kesekian kalinya bahwa transfer Cavani merupakan langkah cerdas, apalagi ia datang dengan banderol gratis dari Paris Saint-Germain.

Aksinya ke gawang Fulham merupakan golnya yang kesembilan dalam 10 penampilan terakhirnya di semua kompetisi. Sekarang, saat Manchester United menghadapi Villarreal di final Liga Europa, Kamis (27/5) dini hari WIB, United punya penyerang sentral dengan kualitas top pertama sejak kepergian Zlatan Ibrahimovic lima tahun lalu, dan seorang pemain yang "panas" pada waktu yang tepat.

Faktor Cavani dalam perjalanan kampanye United musim ini, menjadi runner-up Liga Primer dan menembus final Liga Europa memang krusial. Selain kualitas, pengalaman pemain berusia 34 tahun itu menjadi pelengkap talenta-talenta muda lini depan skuad dalam diri Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greenwood.

Edinson Cavani Manchester United Premier League 2020-21Getty

Sebenarnya cukup aneh jika meragukan kemampuan Cavani pada mulanya. Ia tiba di Manchester dengan rekor 341 gol sejak ia memulai debutnya di sepakbola Eropa bersama klub Italia, Palermo dan selalu konsisten menjadi mesin gol di dua klub berikutnya, Napoli dan PSG.

Terbukti, tak butuh waktu begitu lama bagi Cavani untuk unjuk ketajaman dengan kostum United. Sejak saat El Matador mencatatkan gol perdananya untuk United - dalam kemenangan 3-1 di Everton pada 7 November (dalam penampilan kelimanya sebagai pemain pengganti) - kelas sang pemain terlihat.

Cavani sejak itu telah mencetak 15 gol, termasuk dalam tiga pertandingan berturut-turut sebanyak dua kali sepanjang April dan awal Mei. Di semi-final Liga Europa melawan AS Roma ia menyumbangkan dua gol di masing-masing leg.

Sebagai penyerang tipe nomor 9 yang memakai kostum nomor 7 ternama United yang sebelumnya dipakai oleh Cristiano Ronaldo, Bryan Robson and George Best, Cavani mampu memenuhi ekspektasi yang dibuktikannya dengan rasio 129 menit untuk setiap golnya, jauh di atas Rashford, yang membutuhkan 192, Greenwood (254), dan Martial (346).

Hanya Bruno Fernandes - seorang playmaker - yang hampir mendekati pencapaiannya, yakni 159 menit untuk masing-masing dari 28 golnya. Statistik Cavani menempatkannya di urutan ketiga - Rashford memiliki 21 (dalam 4.033 menit) - dan lima assistnya sama dengan yang dibukukan Martial dan Greenwood, yang telah bermain masing-masing selama 2.419 dan 3.048 menit, berbanding 2.062 menit yang ditorehkan pemain Uruguay itu.

Di luar statistik ini adalah bagaimana Cavani telah membawa aura juara alami ke ruang ganti United. CV yang menonjol terdiri dari koleksi enam trofi Ligue 1 bersama PSG, juara Copa America 2011 bersama Uruguay dengan catatan 51 gol dalam 111 pertandingan internasional, ditambah 200 gol yang menjadikannya pencetak gol terbanyak PSG. Fernandes dan Harry Maguire juga memiliki mentalitas yang kuat, tapi Cavani adalah sosok juara sejati yang menghadirkan pengaruh kuat di tim mana pun.

Empat tahun lamanya dijalani United sejak terakhir mengangkat trofi dan kini mereka berpeluang besar untuk menyudahi puasa gelar saat menghadapi Villarreal di final Liga Europa, sembari berharap Cavani sekali lagi bisa membuktikan ketajamannya dan menularkan mentalitas juara.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0