Leeroy Echteld memiliki pendapat yang jelas soal Weslley Patati, yang menghadiahkan penalti saat melawan Sunderland. Menurut pelatih AZ yang kalah itu, sang penyerang sayap seharusnya bisa membaca situasi dengan lebih baik. Klub asal Alkmaar itu akhirnya kalah 1-0 pada laga pembuka musim Liga Europa.
Patati menjatuhkan Enzo Le Fée di area penalti pada pertengahan babak kedua, yang membuat Sunderland mendapat hadiah penalti. Gelandang Prancis itu kemudian memastikan tiga poin bagi tim tuan rumah dari titik putih.
"Itu tidak boleh dilakukan," keluh Echteld yang kecewa seusai laga saat berbicara kepada reporter Ziggo Sport, ketika situasi penalti itu dibahas."Sangat menyakitkan kebobolan dengan cara seperti ini."
"Kami kehilangan bola cukup tinggi di lapangan, dan setelah itu tidak bisa lagi memperbaikinya. Itu penalti yang tidak beruntung, menurut saya. Sangat disayangkan setelah itu kami tidak bisa memasukkan satu pun dari peluang-peluang tersebut. Kami punya cukup banyak peluang. Tapi pertandingan ini benar-benar berakhir dengan sangat menyakitkan," ujar pelatih yang kalah itu.
AZ sempat berada di bawah tekanan cukup besar di Sunderland setelah memulai laga dengan cukup baik. "Setelah itu kami hanya sesekali bisa keluar dari tekanan. Dan di babak kedua kami membenahi beberapa hal. Saya mencoba menyadarkan tim bahwa Anda harus menunjukkan keberanian yang jauh lebih besar saat menghadapi tim seperti ini. Dan bahwa kami harus memainkan permainan kami sendiri."
Echteld akan meninjau kembali peluang-peluang yang terbuang pada fase akhir pertandingan. "Kami adalah tim yang lebih baik di babak kedua," pungkas pelatih klub asal Alkmaar itu.
AZ akan bermain di kandang pada matchday berikutnya di Liga Europa. Hapoel Be'er Sheva akan bertandang ke Alkmaar pada 15 Oktober.

