Bomber AS Roma, Edin Dzeko mengatakan masalah rasisme di sepakbola Italia lebih parah dari dugaannya sebelum pindah ke Serie A.
Romelu Lukaku, striker Inter Milan asal Belgia, baru-baru ini menjadi sasaran aksi rasisme saat klubnya menang 2-1 di markas Cagliari dalam laga kedua musim 2019/20 ini.
Awal tahun ini, mantan wonderkid Juventus, Moise Kean yang sekarang berkostum Everton, juga mendapat perlakuan buruk serupa dari fans Cagliari.
Pemain berkulit gelap memang sering menjadi target rasisme di Italia dan hal yang sama juga dialami oleh bek Napoli, Kalidou Koulibaly yang dicemooh suporter Inter pada musim kemarin.
"Saya pikir [rasisme] adalah masalah yang lebih besar [di Italia] ketimbang, mungkin, di beberapa negara lainnya, terutama di Inggris," ungkap Dzeko kepada Sky Sports News.
"Tapi semoga, demi kebaikan para pemain lainnya, hal-hal semacam ini harus dihentikan dan semoga federasi bisa melihat fakta yang ada dan berusaha menghentikannya dengan cara apa pun yang mungkin."
Lukaku meminta agar ada tindakan tegas yang ditujukan kepada para pelaku aksi rasisme. Dzeko pun sependapat, mendesak agar Federasi Sepakbola Italia (FIGC) lebih melindungi para pemain.
"Saya tidak tahu harus berkata apa tentang itu. Bahkan hari ini, hal-hal semacam itu masih terjadi yang tentunya bukan merupakan hal bagus," lanjutnya.
"Saya tahu, ketika saya bermain di Inggris, situasinya jauh lebih baik. Aksi rasisme semakin hari semakin sedikit."
"Tapi saya pikir di Italia, jauh dari dugaan saya. Saya pikir, harus ada tindakan dari federasi, mereka harus melindungi para pemain. Itu satu-satunya cara."
"Jika Anda mendengar seseorang melakukan itu, usir pelakunya dari stadion. Mereka tidak boleh datang lagi. Kita tidak boleh mengizinkan orang-orang dengan sikap rasis di stadion."


