Pep Guardiola Manchester City 2022-23Getty Images

"Dunia Sudah Gila" - Pep Guardiola Sedih Dengan Tragedi Kanjuruhan

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberikan respons terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Ia begitu sedih dengan insiden nahas yang terjadi tersebut.

Guardiola menyampaikan pernyataan tersebut saat jumpa pers usai laga kontra Manchester United dalam lanjutan Liga Primer Inggris 2022/23 di Stadion Etihad, Minggu (2/10). Laga tersebut berakhir untuk kemenangan Manchester City dengan skor 6-3.

Phil Foden dan Erling Haaland menjadi bintang kemenangan Manchester City. Kedua pemain tersebut masing-masing tiga kali menjebol gawang Manchester United.

Dalam pertandingan tersebut seluruh pemain Manchester City dan Manchester United menggunakan pita hitam di bagian lengan. Hal ini merupakan bentuk penghormatan untuk korban tragedi Kanjuruhan.

"Sangat menyedihkan, sungguh menyedihkan. Dunia sudah gila. Apa yang terjadi di sini, dekat, dalam dua-tiga jam. Sepertinya Ukraina sudah tidak ada lagi, Rusia sudah tidak ada," kata Guardiola.

"Anda harus pergi ke Indonesia, sangat disayangkan apa yang terjadi di Indonesia. Turut berduka dan doa terbaik untuk keluarga di Indonesia yang terdampak dan semuanya," Guardiola menambahkan.

125 orang dinyatakan meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan. Ratusan orang lainnya masih mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit.

Tragedi Kanjuruhan berawal dari suporter Arema FC, Aremania yang menumpahkan rasa kecewanya karena klub kesayangannya takluk 3-2 dari Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam WIB. Mereka menyerbu lapangan selepas peluit laga dibunyikan.

Aksi tersebut menyebabkan polisi menembakkan gas air mata untuk memukul mundur suporter yang rusuh. Sayangnya, tembakan tersebut bukan cuma diarahkan ke lapangan melainkan juga ke arah tibune.

Penonton yang panik karena tembakan gas air mata berdesak-desakan dan terinjak saat berusaha mencari jalan keluar dari stadion. Keadaan tersebut yang membuat korban berjatuhan.

Pemerintah akan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk menginvestigasi tragedi Kanjuruhan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dipercaya sebagai ketua tim tersebut.

0