FC Utrecht v FC Groningen - Eredivisie MatchGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

"Dulu aku benci Ajax, tapi begitu mereka menelepon, rasa benci itu langsung lenyap"

Dalam percakapan dengan agennya, Rob Jansen, Jan Wouters membongkar kisah di balik transfernya ke Ajax. Gelandang bertahan yang saat itu bermain untuk FC Utrecht itu awalnya sangat membenci klub asal Amsterdam tersebut, namun kebenciannya lenyap seketika ketika Johan Cruijff menunjukkan ketertarikannya.

Wouters menjalani pendidikan di akademi FC Utrecht dan direkrut oleh Ajax pada tahun 1986 saat berusia 26 tahun. Klub asal Amsterdam itu membayar 300.000 euro untuk jasanya.

“Saat saya bermain di FC Utrecht, selalu ada rasa benci terhadap Ajax,” kata pemain yang telah 70 kali membela timnas Oranje ini. “Saya rasa itu lebih karena perasaan inferior.”

“Ketika Tonny Bruins Slot datang ke rumah saya dan mengatakan bahwa Johan Cruijff ingin saya bergabung dengan Ajax, kebencian terhadap klub itu segera menghilang,” lanjutnya.

Akhirnya, Wouters bermain dalam 194 pertandingan untuk Ajax. Ia mencetak 26 gol dan memberikan 10 assist. Ia menjadi juara bersama Ajax pada tahun 1990 dan memenangkan Piala UEFA bersama klub tersebut dua tahun kemudian.

Kemudian, ia juga berhasil menjadi juara Jerman bersama Bayern München. Pada tahun 1988, ia menjadi bagian dari skuad tim nasional Belanda yang memenangkan Kejuaraan Eropa.

Iklan