Dukungan untuk Lanyalla Mahmud Mattalitti menjadi ketua umum PSSI kembali mengalir. Kali ini disuarakan oleh Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Profesor Syahrial Bakhtiar.
Pria yang juga Guru besar Universitas Negeri Padang itu pun menyerukan kepada voters atau pemilik suara untuk memilih Lanyalla pada Kongres Luar Biasa (KLB). Agenda tersebut dijadwalkan digelar 16 Februari mendatang.
Syahrial mengatakan ajakan kepada voters untuk kembali memilih Lanyalla karena PSSI perlu orang yang paham dan sudah pernah bergelut dengan kondisi sepakbola Indonesia.
Lanyalla sendiri bukan orang baru di PSSI. Ia pernah menjadi komite eksekutif (Exco), wakil ketua umum dan ketua umum. Pengalaman tersebut dinilai cukup buat pria berusia 63 tahun tersebut kembali ke kancah sepakbola Indonesia.
"Pak Lanyalla ini sosok yang tegas, dia sudah terbukti bisa mengambil sikap tegas dan tegak lurus dengan statuta organisasi. Karena itu, apa yang sudah dijalankan oleh pak Lanyalla ini harus dilanjutkan," kata Syahrial.
Bagi Syahrial, Lanyalla saat itu tidak sampai tuntas memimpin PSSI karena dibekukan oleh pemerintah. Padahal, sepakbola kala itu sedang masuk ke ranah industri sehingga perusahaan asing seperti Qatar National Bank (QNB) sampai masuk menjadi sponsor liga.
Belum lagi, timnas Indonesia juga menunjukkan perkembangan yang bagus. Sayang, setelah PSSI dibekukan, visi dan misi Lanyalla tak bisa diimplementasikan dengan maksimal.
Berkaca pada sejarah tersebut, Syahrial menilai sudah saatnya kepemimpinan Lanyalla dipercaya kembali untuk memajukan sepakbola Indonesia.
"Saat itu pekerjaan pak Lanyalla belum tuntas, jadi ini saatnya dipanggil kembali beliau untuk memimpin PSSI," ucapnya.
Berkat pengalaman saat menjadi pengurus PSSI dahulu, Syahrial menyebut LaNyalla pasti sudah bisa mengevaluasi apa yang kurang saat ini. Oleh Karena itu, ketika dipercaya lagi oleh voters untuk memimpin PSSI, tinggal menyempurnakan yang dahulu kurang dan menuntaskan program apa yang belum dijalankannya.
"Pasti sudah tahu pak Nyalla, apa yang kurang, apa yang perlu disempurnakan. Karena itu, kalau kembali memimpin PSSI, pasti sudah tahu apa yang harus dijalankan," ujarnya.
Selain itu, Syahrial juga mengatakan jika PSSI ke depannya di bawah komando Lanyalla, Inpres Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional mampu terimplementasikan.
Menurut Syahrial, Nomor 3 tahun 2019 itu ibarat ada senjata, tetapi tidak dipakai. "Kalau Lanyalla yang kini sebagai Ketua DPD RI itu menjadi ketua umum PSSI dalam KLB nanti, maka akan lebih mudah untuk bersinergi."
Syahrial melihat, Inpres ini keberadaanya bisa berjalan lebih baik dan maksimal. Sebab, ia telah bertanya kepada akar rumput di PSSI dan sekolah-sekolah sepakbola (SSB) di Indonesia, bahwa perubahan dalam pembangunan sepakbola nasional belum ada, padahal menurut Syahrial, Inpres ini harus bisa menjangkau daerah di seluruh Indonesia.
"Ini ada orang sepakbola yang memegang jabatan kunci di republik ini, marilah manfaatkan ini. Beliau tinggal meluruskan dan panggil semua duduk bersama untuk menjalankan Inpres yang tak jalan saat ini."
