Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino asal Swiss, tengah menjalani pengawasan ketat sejak ia meninggalkan rencana menjual sebagian hak turnamen FIFA, khususnya Piala Dunia, kepada para investor dari sektor swasta.
Infantino menghadapi kemungkinan terlibat sengketa hukum dengan Federasi Eropa, yang tidak menyembunyikan keinginannya agar Infantino mengundurkan diri. Federasi Eropa juga meningkatkan langkah-langkahnya dengan mengajukan sejumlah berkas hukum di berbagai wilayah Amerika Serikat, dalam upaya memaksanya pergi.
Situs "The Athletic" menyebutkan bahwa FIFA diperkirakan akan menanggung biaya hukum Gianni Infantino, di saat UEFA tengah mempertimbangkan untuk memulai proses pidana terhadapnya di Swiss.
Situs itu melanjutkan, "Alasannya adalah karena Infantino bertindak atas nama FIFA dan dalam kapasitasnya sebagai presiden FIFA."
Meskipun tekanan semakin meningkat, hingga kini Infantino menolak seruan yang menuntut kepergiannya, yang tidak hanya datang dari UEFA, tetapi juga dari Federasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, serta Federasi Asia.
Kendati demikian, terdapat perpecahan di dalam CONCACAF antara federasi-federasi anggota yang menginginkan kepergian Infantino dan yang lebih memilih ia bertahan.
Batas waktu bagi setiap kandidat untuk mengajukan diri bersaing melawan Infantino dalam pemilihan berakhir pada 18 November mendatang, sementara pemilihan akan digelar dalam kongres FIFA di Maroko, pada Maret mendatang.
Anda dapat mendiskusikan topik dan berita ini secara lebih mendalam di forum Kooora

