Nyoman Paul Aro - Barito Putera.Barito Putera

Dua Pemain Barito Putera Ingin Ada Kepastian Lanjutan Liga 1

Penjaga gawang Barito Putra Aditya Harlan, mengomentari tentang lanjutan Liga 1 musim ini. Ia berharap segera ada kejelasan terkait kelanjutan kompetisi.

Lanjutan Liga 1 musim ini masih menggantung. Meski seluruh klub telah sepakat untuk melanjutkan kompetisi sepakbola kasta tertinggi Tanah Air tersebut pada 1 November mendatang.

Situasi tersebut karena Kepolisian Republik Indonesia tidak mau mengeluarkan izin keramaian. Belum berakhirnya pandemi virus corona dan bakal diadakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang jadi sebabnya.

Bila izin benar tidak diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia untuk melaksanakan lanjutan Liga 1 pada 1 November 2020, PSSI telah menyiapkan opsi lain. Kompetisi bakal dilangsungkan, Desember atau Januari tahun depan dengan mengubah format menjadi dua wilayah seperti beberapa tahun yang lalu.

"Kita sebagai pelaku di lapangan mengikuti saja, tapi jelas kita butuh kepastian. Kalau terlunta-lunta begini pasti yang pusing tim. Pelatih pusing mengatur persiapan, pemain juga pusing menjaga kondisinya," kata Aditya dikutip laman resmi klub.

"Yang kemarin kondisi fisik sudah terbentuk, akhirnya nanti bisa hilang lagi. Apalagi kalau mentalnya tidak kuat menghadapi situasi seperti ini, pasti akan drop lagi," Aditya menambahkan.

Nyoman Paul Aro - Barito Putera.Barito Putera

Perkataan serupa diucapkan pilar muda Barito Putera Nyoman Paul Aro. Hanya saja, ia mamandang ada hikmah yang bisa diambil dari situasi yang sedang terjadi sekarang.

"Sangat disayangkan jika tertunda lagi kompetisi, terutama buat pemain asing yang sudah jauh-jauh ke sini kan kasihan. Sudah dekat-dekat liga malah ditunda," tutur Paul.

"Tapi kalau dilihat dari sisi positifnya, kita bisa melakukan persiapan lebih matang lagi. Apalagi untuk pemain-pemain seperti saya yang belum mendapatkan jam terbang," Paul melanjutkan.

Adhit dan Paul masih berharap lanjutan Liga 1 musim ini bisa dilangsungkan. Menurut mereka bergulirnya kompetisi tak cuma menguntungkan klub dan pemain saja, melainkan banyak orang.

"Selama itu bisa membantu dan memutar roda perekonomian sih kenapa tidak [kompetisi dilanjutkan]. Asalkan jelas dan terstruktur semuanya mulai protokol kesehatan dan lainnya. Kita malah senang, setidaknya kita sebagai pemain ada pemasukan. Kalau seperti ini apalagi situasi pandemi ini pemain tidak ada pemasukan lain," ujar Aditya.

"Lebih bagus sih kalau dilanjutkan, tapi kalau bisa paling lambat November. Karena kalau lebih dari November bakal rumit terutama bagi pemain. Karena kita akan menghadapi jadwal padat, tidak ada waktu untuk santai, jadinya pemain bisa stress dan rentan cedera," Paul menimpali.

Iklan
0