Pelatih Viking FK Morten Jensen merasa kesal dengan dua kartu kuning yang diperoleh pemain naturalisasi Indonesia Shayne Pattynama ketika tim besutannya dibekap Rosenborg 1-0, Senin (10/4) malam WIB, di Stadion Lerkendal.
Pattynama mendapatkan kartu kuning pertamanya menjelang babak pertama berakhir karena terlibat dalam friksi antarpemain, menyusul pelanggaran penyerang Rosenborg Isak Thorvaldsson terhadap David Brekalo. Saat terjatuh, Brekalo sempat melayangkan kaki, namun tidak mengenai Thorvaldsson.
Sedangkan kartu kuning kedua didapat pemain berusia 24 tahun itu di menit ke-77, karena melanggar Oscar Aga. Wasit Espen Eskas menganggap tekel Pattynama cukup berbahaya.
Situasi itu membuat upaya Viking mengejar ketertinggalan menjadi berat. Jensen menyesalkan kartu kuning pertama yang didapat Pattynama, karena sang pemain seharusnya bisa menghindari friksi di lapangan.
“Kartu pertama sudah kelas tidak perlu. Kami sudah membicarakan masalah seperti ini sebelumnya. Saya tidak menginginkan tim mendapatkan kartu kuning tidak perlu. Dia mendapatkannya, karena dia menjadi satu dari beberapa orang yang terlibat [friksi],” cetus Jensen.
“Wasit menganggap [kartu kuning] kedua jelas [pelanggaran keras], tapi kami melihatnya berbeda, terutama ketika wasit mengetahui dia sudah mengantongi kartu kuning. Saya pikir dia bisa memperlihatkan kebijaksanaan, dan tidak memberikan kartu kuning kedua untuk situasi seperti itu.”
Selepas tiga kartu kuning yang dikeluarkan menjelang babak pertama berakhir, Eskas selanjutnya mengeluarkan enam kartu lainya. Total ada sembilan kartu kuning yang dikeluarkan wasit, dua di antaranya berujung kartu merah untuk Pattynama.
“Kami sudah membicarakan masalah ini saat jeda. Dia [wasit] mempunyai kendali penuh di lapangan, dan tidak akan ragu untuk mengeluarkan kartu kuning lebih banyak. Itulah yang terjadi,” kata Jensen.
“Terlepas dari itu, menurut saya, kami tetap bermain bagus, meski diperkuat sepuluh pemain. Sayangnya kami tidak bisa menciptakan peluang yang sangat bagus.”
Kartu kuning kedua Pattynama itu juga membuat striker Lars-Jorgen Salvesen merasa tak percaya.
“Saya cukup terkejut. Saya pikir itu terlalu berlebihan. Tetapi saya belum melihatnya (rekaman video), jadi saya enggan berkomentar apa pun,” kata Salvesen.
