Insiden kekerasan lagi-lagi menodai gelaran Euro 2016. Kali ini insan pers yang menjadi korbannya.
Dua orang jurnalis Brasil mengklaim mereka diserang dan mendapat hinaan rasial dari fans Jerman di Paris. Fernando de Henrique Oliveira, kamerawan stasiun televisi Bandeirantes, mengaku ditampar, sementara koleganya Sonia Blota ditendang saat tengah bertugas meliput.
Peristiwa tersebut, sebagaimana dilaporkan surat kabar Brasil Estadao, terjadi pada Kamis (16/6) sore waktu setempat di depan stasiun Gare du Nord, yang dilewati kereta menuju Stade de France.
"Seorang pria ditemani sekitar 50 fans datang dan berseru, 'keluar, negro'. Saya memintanya untuk tidak memukul [Blota] dan kemudian ketika kami akan pergi saya mendengarnya lagi, 'keluar, negro' dan mendapat tamparan di wajah," demikian pengakuan Oliveira.
"Rasa sakitnya bukan fisikal, melainkan moral dan psikologis. Seakan sepanjang hidup kami kami harus meminta maaf karena berkulit hitam dan menjadi minoritas," imbuhnya.
Perhelatan Euro kali ini memang tercoreng oleh banyaknya tindak kekerasan yang melibatkan fans, dengan kementerian dalam negeri Prancis pada Kamis kemarin menyatakan telah melakukan 323 penahanan sejak awal turnamen.


