Duel Manchester United lawan Luton punya segala elemen yang kurang menggembirakan kecuali Dean Henderson.
Si Setan Merah berkunjung ke Kenilworth Road dengan modal kekalahan dari Crystal Palace di laga pembuka Liga Primer Inggris dan mereka harus berhadapan dengan tim Championship yang belum pernah menelan kekalahan di awal musim.
Di mata Ole Gunnar Solsjjaer, pertandingan ini bisa dianggap sebagai laga pramusim ketiga mengingat para pemain mereka hanya punya waktu seminggu untuk berlatih bersama-sama. Masalahnya, ini bukan laga persahabatan dan setelah tumbang di tangan Palace, United butuh hasil positif.
Solskjaer melakukan sepuluh perubahan pada tim yang terjungkal di Old Trafford pada pekan lalu, sang juru taktik memberikan waktu bermain kepada para pemain pelapis namun hasilnya jauh dari memuaskan. Aliran serangan United tersendat sehingga Solskjaer mengambil keputusan untuk memasukkan sejumlah pemain reguler dari bench demi mengamakan satu tempat di putaran keempat.
Lebih jauh lagi, andai Henderson tidak memperlihatkan penampilan impresif di bawah mistar gawang, bukan tidak mungkin hasil akhir laga bakal berbeda.
Sebelumnya Solskjaer telah berjanji akan memberi kesempatan pada kiper berusia 23 tersebut dan dia menepati itu di Luton.
Selain masih ada keraguan apakah Henderson bisa menggeser posisi David de Gea, kemampuan fokus sang penjaga gawang selama 90 menit masih diragukan. Reaksinya ketika diserbu lawan masih dinanti.
Namun keraguan itu dijawab oleh sebuah penampilan apik. Dia menjatuhkan diri untuk mementahkan peluang Tom Lockyer ketika laga kurang dari sepuluh menit. De Gea yang menonton pertandingan di rumah pasti menyadari, sekarang dia punya pesaing kuat.
Kehebatan Henderson ini juga memperlihatkan masalah besar di lini serang. Satu pertanyaan wajib kita lontarkan, apakah United benar-benar harus bergantung pada seorang kiper melawan sebuah tim dari Championship?
Henderson adalah bukti jika United tidak lagi pusing soal penjaga gawang tetapi hal yang sama tidak bisa diucapkan untuk sektor serangan.
Baiklah, persiapan pramusim United memang jauh dari memadai tetapi performa pasukan Solskjaer memang benar-benar jauh dari harapan. Mereka kesulitan membongkar benteng pertahanan tuan rumah.
Ada sejumlah aksi menawan dari Donny van de Beek. Bintang asal Belanda ini memperlihatkan visi jelas dan bisa bermain baik dengan Juan Mata dan Jesse Lingard.
Tetapi ketika bola memasuki sepertiga lapangan akhir, United kesulitan mengirimkan bola untuk Odion Ighalo yang gagal menguji kemampuan kiper James Shea.
Aksi Van de Beek dan Mata berujung pada hadiah penalti yang berhasil dituntaskan dengan dingin oleh sang bintang asal Spanyol itu, namun seiring berjalannya waktu, Luton berhasil menambah kepercayaan diri sehingga Solskjaer harus mengambil keputusan untuk mengeluarkan pemain kunci dari bench.
GettyLingard yang masa depannya di Old Trafford diragukan, punya kans untuk menjebol gawang namun digagalkan oleh jebolan akademi United Ryan Tunnicliffe. Dia kemudian digantikan pada menit 79 seiring dengan strategi Solskjaer yang memasukkan Bruno Fernandes, Marcus Rashford dan Mason Greenwood.
Kecepatan dan penetrasi yang sebelumnya tidak terlihat langsung muncul. Tim tamu lalu membobol gawang Luton dua kali untuk mengamankan kemenangan 3-0.
Pergerakan ketiga pemain ini memang luar biasa, mereka beraksi dengan apik hingga membuka kesempatan bagi Rashford untuk mencatatkan nama di papan skor.
Aksi Greenwood kemudian menyegel kemenangan melalui pergerakan dan penyelesaian brilian.
"Ada hal-hal positif yang dapat diambil. Kami punya kiper yang menuntaskan pekerjaan dengan baik, kami berhasil mencetak gol-gol menawan. Anda bisa melihat dampaknya secara langsung," kata Solskjaer pada Sky Sports.
"Di luar itu, pertandingan tadi adalah latihan yang bagus."
Bukan penampilan yang layak untuk diingat namun hal terpenting adalah kemenangan dan momentum berhasil diraih untuk menjalani musim panjang dan berliku di depan.
United layak mendapat pujian atas kemenangan tersebut tetapi di waktu yang sama mereka juga memperlihatkan bahwa opsi lini serang masih minim dan belum memuaskan.
Satu catatan penting bagi Solskjaer di periode sekarang adalah bursa transfer masih dibuka.




