Pelatih tim nasional Xavi diyakini terkejut dengan level laga besar antara Ajax dan PSV pada Sabtu di Johan Cruijff ArenA. Kesimpulan itu ditarik Valentijn Driessen dalam analisisnya untuk De Telegraaf.
Xavi akan bekerja sebagian dari Spanyol sebagai pelatih Belanda, demikian diketahui Driessen. ''Setidaknya pada perkenalan pertamanya, Ajax dan PSV tidak mampu meyakinkannya untuk lebih sering naik pesawat ke Belanda.''
''Ketika peluang dan gol tak kunjung hadir pada babak kedua, pertandingan itu turun ke level yang menyedihkan'', simpul kepala sepakbola yang kritis itu. ''Kedua klub tidak bisa melepaskan diri dari hal itu, meski PSV memperparah penderitaan Ajax baru ini di saat-saat akhir dengan mengubah skor 1-2 saat jeda menjadi 1-3.''
Driessen menilai Xavi menuliskan tiga nama setelah menyaksikan Ajax kontra PSV. ''Ruben van Bommel, Lutsharel Geertruida, dan Guus Til. Tiga pemain PSV itu memang tidak mencapai level terbaiknya, tetapi tetap terlibat dalam gol-gol sang juara.''
Khususnya Van Bommel menunjukkan diri di hadapan Xavi yang hadir di Amsterdam pada Sabtu. ''Van Bommel berkembang bak komet sejak kembali dari cedera lutut parah dan juga terus-menerus mengancam dalam laga besar ini.''
''Namun, emosinya yang mudah tersulut tidak akan disukai Xavi. Hal itu mengorbankan keandalannya dan jika pria Spanyol itu memilihnya, maka dia niscaya akan mengungkit hal itu kepada sang winger kiri'', ujar Driessen merujuk pada keributan yang dipicu oleh winger kiri PSV itu.
''Tentu Van Bommel boleh melawan karena dia mendapat banyak perlakuan keras, tetapi dia tidak perlu melewati batas untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya'', demikian kata Driessen setelah laga besar Eredivisie di Amsterdam.





