Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Valentijn DriessenDe Telegraaf
Diterjemahkan oleh

Driessen muak dengan nama besar di Eredivisie: "Benar-benar pengecut, sungguh"

Valentijn Driessen di Kick-Off, podcast milik De Telegraaf, sangat kritis terhadap Mexx Meerdink. Menurut kepala sepak bola itu, penyerang AZ tersebut masih harus menempuh jalan panjang menuju level puncak.

Meerdink mencetak gol indah dari luar kotak penalti saat menghadapi sc Heerenveen pada Minggu. Klub asal Alkmaar itu menang 2-3 di Friesland dan dengan raihan lima belas poin dari lima pertandingan kini memuncaki Vriendenloterij Eredivisie.

Gol cantik itu tak benar-benar membuat Driessen terkesan: "Seperti yang dikatakan Wim Kieft dengan tepat: selama 70 menit pertama Anda tidak melihat Meerdink. Saat itu dia benar-benar seorang pemalas, sungguh. Dia tidak bekerja untuk tim, dan tidak menunjukkan agresivitas."

"Masih banyak sekali yang harus ditambah jika dia, misalnya, ingin menjadi striker tim nasional Belanda. Dalam dua atau tiga momen mungkin Anda bisa tetap menjadi striker utama AZ, tetapi di tim nasional Belanda itu benar-benar tidak akan berhasil," ujar Driessen sebagai peringatan untuk Meerdink.

"Anda tidak bisa semudah itu kehilangan bola, dan begitu tidak terlihat pada satu jam pertama pertandingan," simpul Driessen yang kritis, bahwa Meerdink yang kini berusia 23 tahun masih harus banyak berbenah untuk benar-benar menjadi pemain top.

Driessen bukan satu-satunya orang yang terkadang kesal terhadap Meerdink. Kenneth Perez belum lama ini juga melontarkan penilaian keras, setelah sang penyerang menyia-nyiakan peluang besar saat bertandang ke Fortuna Sittard.

"Saya benar-benar bisa jadi hampir marah melihat betapa santainya Meerdink memperlakukan peluang ini. Anda tahu bahwa Anda mungkin tidak akan mendapatkan terlalu banyak peluang. Masa seperti ini penyelesaiannya?" kata analis ESPN itu dengan heran.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google