Valentijn Driessen sama sekali tidak mengerti mengapa Abdellah Ouazane tidak menjadi starter untuk Ajax pada laga puncak Eredivisie melawan PSV, Sabtu (1-3). Dalam pandangan kepala sepak bola De Telegraaf itu, pelatih Míchel telah melakukan blunder dengan memilih Oscar Gloukh di posisi sayap kiri.
"Ouazane dan Brandt dalam beberapa pekan terakhir adalah penemuan besar di Ajax. Begitu banyak ancaman datang dari sana. Terutama setelah kepergian Godts. Lalu Anda menghadapi pertandingan besar dan apa yang dilakukan pelatih? Dia malah mencadangkan Ouazane," keluh Driessen yang heran pada Senin di Kick-Off.
"Menurut saya itu benar-benar keputusan yang tidak bisa dipahami," kata Driessen sambil memberi nilai buruk kepada pelatih asal Spanyol Ajax itu. "Memisahkan duet itu untuk pertandingan seperti ini. Anak itu adalah masa depan Ajax. Kalau saja anak itu memang tidak tampil bagus. Tapi sekarang Anda malah kembali direpotkan dengan Gloukh."
"Dan Gloukh memang bukan level itu. Dia bukan dan tetap bukan level Ajax," ujar pengamat Eredivisie itu dengan penilaian yang sangat keras terhadap gelandang serang yang juga bisa bermain sebagai penyerang sayap milik klub Amsterdam tersebut. "Dia jauh lebih merupakan pemain futsal daripada pemain untuk Ajax."
Driessen yang kritis melanjutkan: "Dest belum pernah semudah ini. Dia bisa terus maju begitu saja. Dan saat menguasai bola pun Gloukh hampir tidak melakukan apa-apa. Jadi dia hanya berdiri bermain sebagai sayap kiri."
"Dan Dest di sisi kanan terus-menerus melewati Caio Henrique. Orang itu memang tidak bisa bertahan. Mungkin saat menguasai bola dia punya sesuatu, tetapi kami sangat jarang melihatnya. Namun dia tidak bisa bertahan," kata Driessen, yang juga sangat kritis terhadap bek kiri asal Brasil milik Ajax tersebut.
Ouazane dimasukkan pada menit ke-72 oleh Míchel. Namun itu tidak terbukti menjadi langkah jitu, karena Ajax pada akhirnya kalah 1-3 dari PSV yang tampil efektif.



